Jepang finis kedua dengan torehan 75 medali emas. Bagi kontingen Jepang, jumlah itu merupakan yang terbanyak kedua setelah meraup 78 emas pada Bangkok 1966.
Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan 49 medali emas, disusul Indonesia dengan 31 medali emas. Jumlah itu merupakan rekor terbanyak Indonesia sepanjang sejarah penyelenggaraan Asian Games, berselisih 20 medali emas dibandingkan di Jakarta 1962.
Rekor raihan medali emas terbanyak bukan cuma milik Indonesia. Dilansir dari situs web resmi Asian Games 2018, Uzbekistan yang finis di posisi kelima juga melakukannya.
Uzbekistan menggeser Iran dari posisi kelima dengan raihan 21 medali emas. Rekor medali emas terbanyak dari negara pecahan Uni Soviet sebelumnya adalah 15 pada Asian Games 2002.
Tiga negara lain yang memecahkan rekor jumlah medali adalah Bahrain, Kirgistan, dan Kamboja.
Bahrain meraih 12 medali emas pada Asian Games 2018, lebih banyak tiga keping dibandingkan pada 2014. Sementara itu, Kamboja dan Kirgistan sama-sama mengoleksi dua keping emas, tetapi sudah cukup untuk memecahkan rekor perolehan medali mereka.
Kamboja cuma meraih satu emas pada Incheon 2014. Adapun Kirgistan, prestasi terbaik sebelumnya adalah satu medali emas pada penyelenggaraan 2002 dan 2010.
Prestasi lain dicatat Korea Bersatu. Kontingen gabungan Korea Selatan dan Korea Utara itu berhasil mengatasi perbedaan dengan meraih empat medali, satu di antaranya adalah emas.
Adapun negara-negara yang tidak mendapatkan medali antara lain Bangladesh, Sri Lanka, Bhutan, Brunei, Maladewa, Palestina, Timor Leste, Yaman, dan Oman.
Berikut adalah daftar perolehan medali kontingen Indonesia pada Asian Games 2018:
Medali emas – 31
Khoiful Mukhib (downhill) Tiara Andini Prastika (downhill) Eko Yuli Irawan (angkat berat) Defia Rosmaniar (taekwondo) Lindswell Kwok (wushu) Tim putra ketepatan mendarat (paralayang) Jafro Megaranto (paralayang) Aries Susanti Rahayu (panjang tebing) Tim putra LM8+ (dayung) Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi (tenis) Rifki Ardiansyah Arrosyid (karate) Aqsa Sutan Aswar (jetski) Puspa Arumsari (pencak silat) Yolla Primadona-Hendy (pencak silat) Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, Anggi Faisal (pencak silat) Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat) Komang Harik Adi Putra (pencak silat) Iqbal Candra Pratama (pencak silat) Sarah Tria Monita (pencak silat) Abdul Malik (pencak silat) Tim putra Indonesia 2 (panjat tebing) Tim putri Indonesia 1 (panjat tebing) Jonatan Christie (bulu tangkis) Marcus F Gideon/Kevin Sanjaya (bulu tangkis) Sugianto (pencak silat) Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti (pencak silat) Pramudita Yuristya, Lutfi Nurhasanah, Gina Tri Lestari (pencak silat) Pipiet Kamelia (pencak silat) Hanifan Yudani (pencak silat) Wewey Wita (pencak silat) Tim quadrant putra (sepak takraw).Medali perak – 24
















