Tren Digital Jadi Tantangan Pola Asuh Anak

oleh
Jakarta – Setiap tahap masa kanak-kanak dan remaja, tentu diikuti dengan tantangan pola asuh. Saat ini salah satu tantangannya adalah tren penggunaan perangkat digital oleh anak.

Hasil Riset UNICEF bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2014 lalu menunjukkan bahwa 30 juta anak dan remaja Indonesia sudah menggunakan internet secara intens, hingga lima jam sehari.

INFO lain :  Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur bagi Lansia, Ketahui 6 Manfaatnya

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Global Pediatric Health menunjukkan bahwa penggunaan perangkat teknologi selama berjam-jam berpotensi mengganggu kualitas tidur dan nutrisi anak.

Tingginya interaksi dengan layar pada siang hari, tidak memungkinkan mereka untuk cukup bergerak dan aktif secara fisik. Pada akhirnya, ini bisa mengganggu kemampuan anak untuk mengatasi masalah, bergerak, berpikir dan berkegiatan.

INFO lain :  Raup Untung Melimpah Lewat Ternak Ikan Koi

“Tanggung jawab kita sebagai pihak yang lebih dewasa, untuk membuat anak-anak tertarik pada aspek kehidupan sosial. Dalam hal ini, orangtua perlu menetapkan batasan yang konsisten terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak dan menggantikannya dengan aktivitas bersama keluarga,” kata Tascha Liudmila sebagai penulis buku Screen Time, saat ditemui di acara Funtopia yang digelar Tokopedia, Jakarta, Selasa, (14/08/2018).

INFO lain :  Arti Angka Tekanan Darah untuk Menilai Kondisi Kesehatan Tubuh

Selayaknya perkembangan fisik dan kepribadian anak, perkembangan kreativitas terkait erat dengan pola asuh.

“Artinya peran orangtua sangat penting dan usia prasekolah merupakan rentang usia yang tepat untuk mengembangkan kreativitas mereka,” tambahnya.(tka)

Sumber Inilah.com

https://gayahidup.inilah.com/read/detail/2474063/tren-digital-jadi-tantangan-pola-asuh-anak