Memahami Lika-liku Akuisisi Saham Freeport Indonesia

oleh

Sementara, Iwan mengatakan bila dalam perhitungan yang dia lakukan, harga yang harus dibayarkan Inalum adalah harga fair. “Bahkan, cenderung lebih murah. Berdasarkan perhitungan kami, nilai akuisisi seharusnya US$ 4,5 miliar. Ini momennya tepat dan mencegah berhentinya pengoperasian tambang yang akan berdampak negatif baik teknis, ekonomi, maupun sosial,” katanya. Momen ini, tambah Iwan, adalah kesempatan bagus karena prospek Papua Belt masih besar dan dengan akuisisi ini Indonesia punya kesempatan lebih untuk eksplorasi.

INFO lain :  Diduga Terlibat Teroris, Densus Amankan Warga Pasar Kliwon Solo  
INFO lain :  819.976 Data Nasabah Kreditplus Bocor, Pakar Ingatkan Soal RUU PDP

Dari pihak legislatif, Syaikhul, menyatakan dukungan Komisi VII DPR akan HoA. “Ini kemajuan yang sangat berarti. Terlebih dilakukan antara BUMN dengan Freeport. Sehingga menjadi B2B. Proses ke depannya harus lebih terbuka,” tuturnya. Fajar pun mengatakan, bila kebijakan ini adalah akuisisi bukan nasionalisasi atau merampas. “Jadi, sesuai dengan ketentuan undang-undang, baik di dalam dan luar negeri,” ujarnya. (*)

Sumber Tempo.co

INFO lain :  Jalur Ganda Cirebon - Solo Telah Tersambung

https://nasional.tempo.co/read/1114396/memahami-lika-liku-akuisisi-saham-freeport-indonesia