Warga Brebes Diresahkan Penipuan Sumbangan Abal-abal. Mulai Ngaku Wartawan, Polisi Sampai Khitanan Masal

oleh

Brebes – Warga Kabupaten Brebes diresahkan dengan aksi dugaan penipuan yang terjadi bermodus meminta sumbangan. Sejumlah pihak dicatut dan menyeret-nyeret nama pejabat. Kasusnya kini tengah ditangani kepolisian, setelah warga yang dirugikan melaporkan kejadian itu.

Sebagaimana beredar di Brebes, di Watsapp Group Humas Pemkab Brebes dan Forum Komunikasi Wartawan Brebes. Dugaan penipuan itu diakui, Kasi Kehumasan dan Komunilasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Brebes Lusiana Indira Isni.

Selain dirinya, ternyata rekannya dari Bagian Umum Sekertariat Pemerintah Kabupaten Brebes Dian Kurnianto, selaku Kasubag RT dan Protokol, juga mendapat pesan yang sama, dari orang yang mengatasnamakan Dedi Sulastro wartawan Radar Tegal yang meminta sumbangan untuk berobat saudaranya.

INFO lain :  Ungkap Kronologi Diksar Menwa, UNS Sebut Tidak Temukan Lebam pada Jenazah Gilang Endy Saputra

Sementara itu, Dedi Sulastro, wartawan Radar Tegal yang dikonfirmasi mengaku, tak tahu soal pesan tersebut menyatakan tidak tahu menahu. Menurutnya tidak adapun satu keluarganya yang sedang sakit.

“Alhamdulillah keluarga saya masih sehat semua,” kata Dedi.

Sementara itu, Nanang (40) warga Pesantunan Kabupaten Brebes melaporkan dua orang tak dikenal ke Mapolres Brebes, Selasa (31/7/2018). Nanang mengaku dirugikan dua orang terlapor karena dipaksa memberi sumbangan untuk kegiatan bakti sosial khitanan massal.

Kedua pelaku disebut Nanang mengatasnamakan Satlantas Polres Brebes. Mereka meminta sumbangan dan menyebut akan menggelar kegiatan, Minggu, 5 Agustus 2018 mendatang.  Dalam undangan itu juga dituliskan dimeriahkan oleh artis Bintang Pantura.

INFO lain :  Pemkot Pekalongan Intensifkan Pengasapan Antisipasi DBD

“Keduanya datang dan bilang dari Satlantas Polres Brebes minta partisipasi membeli sebuah undangan Rp 100 ribu,” ucap Nanang di Mapolres Brebes.

Nanang mengaku dipaksa membeli 3 undangan dengan nilai Rp 300 ribu meski ia menolak membeli. Saat melapor, Nanang membawa rekaman CCTV kejadian tersebut. Selain itu dia juga menyerahkan undang sunatan massal yang dibelinya sebagai barang bukti.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto menegaskan, jajaranya tak pernah meminta sumbangan apapun kepada masyarakat.  Dia pun mengaku mendapat banyak laporan dari masyarakat terkait permintaan sumbangan tersebut.

INFO lain :  Usai Pilkada, Polri Perketat Penjagaan di Kantor KPU

“Jadi kita (Polisi) Polres Brebes tak ada kaitanya sama sekali. Apalagi sampai meminta sumbangan ke masyarakat,” ucap Sugiarto.

Selain di Brebes, keluhan untuk masalah yang sama juga datang dari seorang warga Kota Tegal, Shona (32). Dia mengaku didatangi dua orang dan diberikan sepucuk surat yang isinya meminta sejumlah uang.

“Ya memang benar, ada dua orang datang ke rumah. Lalu memberikan surat itu, isinya meminta sumbangan untuk sunatan massal Polres Brebes,” ucap Shona.edit