Pati -Sebuah gudang tempat penggilingan ampas tepung dan serbuk gergaji di Desa Ngemplak Kidul RT 02 RW 02 Kecamatan Margoyoso, diamuk si jago merah, Kamis 19/7/2018). Api membakar gudang tersebut dan sulit dipadamkan. Kesulitan terjadi karena serbuk gergaji kering yang menjadikan api cepat merembet ke bagian.
Untungnya, meski begitu apinya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa tersebut. Tapi pastinya, akibat terbakar, pemilik guda harus menanggung kerugian mencapai miliaran rupiah.
“Kejadian berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB,ungkap Kapolsek Margoyoso AKP Amlis Caniago, kemarin.
Dijelaskannya, kebakaran terjadi dipicu dari salah satu mesin penggilingan bubuk kayu (grajen) yang mengalami kebakaran. Dalam kondisi itu para buruh, yakni Tholib, Parmin, Pak Wi, dan Windra sedang berada di dalam gudang.
Mereka yang melihat mesin terbakar panik, lalu memberitahukan kejadian itu kepada Supriyadi yang merupakan pemilik gudang.
“Namun, ketika Supriyadi datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), api sudah membesar. Ia pun langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Margoyoso, ungkapnya.
Sampai sekitar pukul 05.00 WIB, mobil pemadam kebakaran dari PG. Pakis datang ke TKP untuk memadamkan kobaran api tersebut. Namun, satu unit mobil pemadam ternyata tidak mampu memadamkan kobaran api.
Merasa tak mampu, didatangkan lagi tiga mobil pemadam kebakaran dari PG Trangkil dan dari Pemkab Pati. Ketiga damkar itupun bekerjasama memadamkan kobran api. Baru pada pukul 06.30 WIB, api berhasil dipadamkan.
“Serbuk geraji yang terbakar, jadi proses pembakarannya lebih cepat dan pemadamannya lebih sulit. Karena, api lebih cepat merembet, imbuhnya.
Selain membakar serbuk gergaji, tiga mesin penggilingan bubuk kayu (grajen) dan mesin penggilingan ampas ketela mengalami kerusakan.edit
















