Grobogan – Sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang biasa mangkal di bekas Stasiun Purwodadi Kabupaten Grobogan diamankan petugas Kepolisian Resor (Polres) Grobogan. Di tempat itu, para PSK itu menjajakan diri dan dijadikan “sarangnya”.
Kasat Sabhara AKP Lamsir mengatakan, razia digelar beberapa waktu lalu dan berhasil menjaring delapan PSK. Mereka kedapatan saat mangkal di lokasi.
Tak hanya PSK, petugas juga mengamankan seorang pemilik rumah yang diketahui menyediakan bisnis esek – esek tersebut.
“Para PSK yang terjaring ini rata-rata sudah berumur tua, atau setengah baya. Mereka enggan beralih profesi dengan alasan klasik, sulit mencari pekerjaan lain,” ungkap petugas, kemarin.
Ditambahkannya, mereka tetap menjalankan bisnis protitusi di lokasi yang berada di tengah Kota Purwodadi itu yang saat ini dipakai sebagai terminal angkot.
“Sebagian yang dijaring merupakan wajah lama yang dulu ada di kawasan Koplak Dokar. Mereka ini bukan warga sini tetapi pendatang dari luar kota, Purwodadi” kata AKP Lamsir.
Kedelapan PSK serta pemilik rumah yang terkena razia langsung diangkut ke Polres Grobogan untuk didata dan diberi pembinaan. Selain itu, mereka juga diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan yang bisa mengganggu ketertiban umum.
“Kali ini mereka hanya kita kasih pembinaan. Kalau dikemudian hari kedapatan mengulangi perbuatannya maka akan kita ambil tindakan lebih tegas. Misalnya, mengirimkan mereka ke panti sosial,” tegas Lamsir.
Diakuinya, razia dilakukan atas keluhan dan laporan masyarakat. Informasi yang masuk menyebutkan jika ada praktik prostitusi yang dilakukan di sejumlah warung di kawasan terminal angkot.
“Informasi ini langsung kita tindaklanjuti. Kami berharap, di kawasan bekas stasiun kereta api ini tidak ada lagi praktik prostitusi. Para pedagang juga kita peringatkan sekalian kita minta agar tidak menyediakan miras,” imbuhnya mengaku, juga menyita puluhan botol minuman keras berbagai jenis serta dua jiligen Arak.(edit)
















