Wanita Tewas Terlindas Truk saat Membeli Gas di Pemalang

oleh

Pemalang – Seorang perempuan pengendara motor tewas setelah terlindas ban truk saat hendak menyalip di Jalur Pantura tepatnya di Jalan Raya Desa Klareyan, Petarukan, Pemalang. KOrban tewas seketika terlindas ban truk besar itu. Kecelakaan terjadi, Senin (2/7/2018) siang.

Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, korban terlindas saat hendak menyalip di jalan sebelah selatan TPU Desa Klareyan.

“Jalan di sana berlubang. Korban berusaha menghindarinya,” kata salah seorang warga, Suwaryo menuturkan.

INFO lain :  Pedagang Makanan dan Jajanan di Banyumas Diminta Lindungi Konsumen

Korban diketahui bernama Kuspirin (54), warga Desa Klareyan RT 03/03 Kecamatan Petarukan. Saat itu korban melaju dari arah utara, begitu sampai di depan jalan makam, korban berinisiatif menyalip truk yang ada di depannya.

Namun celaka, saat hendak menyalip ada lubang sehingga menghindar dengan membelokkan stang motornya ke kiri. Korban jatuh ke kiri dan terlindas ban kanan belakang truk, sementara motornya terpental ke kanan.

INFO lain :  Tabrakan Beruntun di Tol Semarang - Solo, Dua Tewas

Korban, lanjutnya, meninggal di tempat dengan kondisi bagian kepala pecah, sementara motor Yamaha Mio warna merah G 6270 WW yang dikendarainya tidak mengalami kerusakan. Sedangkan Hopur, sopir truk biru kuning yang membawa muatan kotoran ayam G 1456 RF, asal Dusun Sigedong RT 08/04 Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal diamankan warga sambil menunggu petugas datang. Korban sendiri langsung dilarikan ke RSU Siaga Medika Pemalang oleh anggota Polsek Petarukan.

INFO lain :  PDIP Tegal Pecat Anggota yang Loncat ke Partai Lain

Korban yang sehari-hari biasa dipanggil Sikus itu rencananya hendak membeli gas elpiji ke salah satu toko langganannya. Hal itu juga dibenarkan suami korban Tunut (59), yang beberapa menit setelah kecelakaan datang ke TKP.

Tunut mengaku, sebenarnya dia sudah mencegah untuk tidak keburu pergi membeli gas elpiji, karena saat itu juga baru selesai makan. “Sudah saya larang,” kata dia. (edit)