Sopir Tewas Tergencet Truknya Sendiri di Grobogan

oleh

Grobogan – Nasib na’as menimpa Zaenal (26) warga Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sopir truk itu tewas tergencet bodi truk trailernya sendiri pasca terguling di jalan raya Purwodadi – Blora KM 35 tepatnya di sebelah timur PT. Tanjungharjo Sejahtera masuk wilayah Desa Bandungsari Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan, Selasa (3/7/2018).

Korban meninggal di tempat dengan luka pada bagian kepala belakang retak dan robek, kaki kanan robek. Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut korban dibawa ke RSUD Dr. Raden Soedjati Purwodadi.

Peristiwa itu terjadi ketika korban tengah mengemudikan truk trailernya bernomor polisi L-9254-UP bermuatan jagung. Truk berjalan dari arah timur menuju ke barat dengan kecepatan sedang.

INFO lain :  Polresta Banyumas Ungkap Kasus Pembunuhan di Sumpiuh Banyumas

Sesampainya di TKP, ban kiri depan dan belakang truk turun dari badan jalan. Pengemudi truk berusaha menaikkan kembali ke badan jalan, namun truk berjalan dan oleng ke kanan hingga ke jalur lawan. Karena tidak seimbang, truk akhirnya terguling ke kiri.

INFO lain :  Angka Kecelakaan pada Lebaran 2018 Turun

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Panji melalui Kanit Lakanya Ipda Candra dalam keterangannya mengatakan, akibat kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa yakni sopir. Korban meninggal dunia di TKP karena tergencet truk.

“Akibat kecelakaan itu sopir truk meninggal langsung di TKP, sedangkan penumpangnya Misbah (37) warga Desa Klanderan Rt 06/02 Kecamatan Plosok Klaten Kabupaten Kediri selamat, hanya mengalami luka ringan saja,” terangnya.

Candra menambahkan selain jatuh korban jiwa satu orang meninggal, kerugian secara materiil mencapai kurang lebih Rp 3 juta rupiah.

INFO lain :  Kerahkan 5.720 Anggota Untuk Operasi Protokol Kesehatan

Sementara itu pasca kejadian arus lalu lintas dari Purwodadi menuju Blora dan sebaliknya menjadi tersendat, karena ruas jalan tertutup kontainer yang terguling. Beruntung, masih ada jalan kampung yang bisa dipakai untuk mengalihkan arus bagi kendaraan kecil dan sepeda motor, sehingga tidak terjadi kemacetan panjang.

Namun kemacetan itu bisa terurai setelah kontainer truk yang berisi jagung yang sedianya akan di kirim ke Godong berhasil di derek.(edit).