Bocah 3,5 Tahun Tewas Mengapung di Tambak di Rembang

oleh

Rembang – Seorang bocah yang masih berusia 3,5 tahun tewas akibat tenggelam di sebuah tambak udang vaname di Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Selasa (5/6/2018). Diduga bocah tersebut lepas dari pengawasan ayahnya saat berada di lokasi tersebut.

Korban diketahui bernama Noval Aska Alfariza. Awalnya, Suparman (55) berangkat ke tambak milik Ismail Huda untuk memperbaiki mesin kincir tambak sekitar pukul 06.00 WIB.

Satu jam kemudian, dua orang anaknya, Yusnaedi (18) dan Noval (3,5) menyusul ke tambak itu. Yusnaedi lalu memancing. Ayahnya masih sibuk memperbaiki mesin kincir. Suparman masih sempat melihat Noval bermain serok-serokan ikan di tepi tambak.

INFO lain :  Pamong Desa di Pemalang Dibekuk  Karena Jadi Pengedar Sabu-sabu

Namun saat sang ayah menyalakan mesin pompa tambak, sudah melihat korban terapung dengan memegang mainannya itu. Tambak udang vaname milik Ismail Huda ini berkedalaman kira-kira dua meter.

Kapolsek Sluke AKP Sunarmin saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya peristiwa nahas tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika korban bersama dengan kakaknya, Yusnaedi (18) berangkat dari rumah menuju tambak.

Bermaksud menyusul ayahnya yang sedang memperbaiki mesin kincir tambak udang vaname. Namun, sesampainya di tambak, korban ditinggal bermain sendiri di area tambak. Sang kakak yang semula bersama korban, pergi memancing.

INFO lain :  Kuras Kolam Ikan, Pemuda Bae Kudus Tewas Kesetrum

Sedangkan sang ayah, Suparman sibuk memperbaiki mesin kincir tambak bersama rekannya sesama pekerja tambak.

“Rekan kerja ayah korban, berniat menyalakan pompa mesin tambak, dan melihat korban sudah dalam keadaan mengapung di tambak panami dengan posisi terlentang dan membawa serok ikan,” terang AKP Sunarmin.

Ia melanjutkan, ayah korban bergegas menolong dan membawa Noval ke tepian tambak. Tetapi sudah tidak bernafas dan tidak ada denyut nadi pada korban. Suparman lalu memanggil Yusnaedi dan Ramin (55) pekerja tambak yang juga warga setempat untuk membantu menolong.

INFO lain :  Empat Warga Jepara Korban Investasi Bodong Melapor Polisi

“Oleh ayahnya, dengan dibantu kakak korban dan seorang pekerja tambak lainnya, korban ini dibawa ke Puskesmas Sluke untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter Puskesmas menyatakan korban sudah meninggal,” terang Kapolsek.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas Sluke dan tim Inafis dari Polres Rembang, diungkap bahwa tidak ada tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.

“Korban meninggal karena tenggelam. Keluarga menolak autopsi, sehingga jenazah korban kami langsung diserahkan untuk dimakamkan,” pungkasnya.edi