Sementara, Bupati Batang Wihaji yang mendampingi pengecekan berharap, jalan tol sudah bisa digunakan walaupun dengan status fungsional.
“Progres jalan tol akan kami pantau terus, sedangkan rest area di jalan tol ada dua yaitu di Candi Areng dan Gringsing. Menurut kami cukup untuk mengakomodir para pemudik untuk beristirahat,” kata Wihaji.
Wihaji menambahkan, pihaknya juga siap memberikan pelayanan kesehatan di posko – posko dari dinas kesehatan dan RSUD Kalisari Batang dan RSUD Limpung Batang. Tidak hanya itu, tim layanan kesehatan Si Slamet 119 melalui android untuk berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat saat terjadi kecelakaan.
“Ini sudah era digital manfaatkan sistem Si Slamet 119 yang ada di Batang sebagai Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Tim kesehatan juga nanti akan mobil dengan menggunakan sepeda motor yang lengkap dengan peralatan kesehatanya disamping ambulance,” kata dia.
Sementara Kepala Pelaksana Lapangan Pembangunan Proyek Jembatan Kali Kuto Jajang Asparin mengatakan, Jembatan Kali Kuta sepanjang 100 meter dengan lebar 32 meter, pembangunanya sekarang sudah 75 persen.
“Kita usahakan Jembatan Kali Kuto H-3 bisa dilalui untuk arus mudik kususnya untuk kendaraan mini bus atau kendaraan kecil saja dan belum bisa dilalui truk,” jelas Jajang Asparin. (edi)
















