Ketua DPC PKB Tegal Minta Putra Enthus Susmono Nyaleg

oleh

Tegal – Perjuangan almarhum Ki Enthus Susmono menjadi kepala daerah dinilai tidak bisa terwujud tanpa usaha dari legislatif. Meneruskan perjuangan itu, putra kedua Ki Enthus Susmono, Firman Haryo Susilo digadang maju calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tegal.

Hal itu disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal, Firdaus Assyairozi usai acara tahlilan ke-5 hari almarhum Ki Entus Susmono, di rumah duka Jalan Projo Soemarto 2 Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Sabtu (19/5/2018) malam.

“Dua kali saya mendengar pidato titisan dari almarhum Ki Enthus Susmono, sudah pantas kiranya Firman Haryo Susilo untuk meneruskan perjuangan Ki Enthus Susmono,” tutur Firdaus yang juga ketua DPRD Kabupaten Tegal.

INFO lain :  Ganjar Janjikan Tambahan Pupuk Subsidi

Firdaus menegaskan, Firman Haryo Susilo akan dipasang sebagai calon legislatif di Dapil 3 Pantura sesuai domisili Alamarhum Ki Enthus Susmono.

“Mas Firman Haryo Susilo tidak bisa menolak lamaran itu, karena hal itu merupakan keinginan semua pencinta dan semua pengagum dari almarhum Ki Enthus Susmono. Apalagi seperti yang sudah disampaikan Mas Firman Haryo bahwa akan sedih kalau perjuangan almarhum tidak diteruskan dan untuk mewujudkan salah satu caranya adalah harus menjadi anggota DPRD,” tegas Firdaus.

INFO lain :  Kejari Brebes Tahan Kades Cipelem atas Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 281 Juta

Sementara pasca meninggalnya Enthus Susmono, hasil pencarian pendamping Umi Azizah terus dilakukan secara maraton oleh PC NU dan DPC PKB Kabupaten Tegal sebagai partai pengusung.

Informasinya, keputusan rapat pleno PC NU dan DPC PKB Kabupaten Tegal sudah diputuskan dan final. Bahwa untuk G1 tidak lain dan tidak bukan adalah Umi Azizah.

Sementara dalam rapat pleno memprioritaskan Ketua PC NU Kabupaten Tegal, H Achmad Basari sebagai pendamping Ibu Umi Azizah. Atas keputusan itu, Ketua PC NU telah berangkat Jakarta karena ada satu persyaratan yang menjadi kendala yaitu pengajuan pensiun.

INFO lain :  Nyleneh, TPS Pilkada Serentak di Semarang Dikemas Bernuansa Horor

Rapat pleno juga memutuskan adanya dua opsi lain yakni H Achmad Basari dan opsi kedua Sabilillah Ardie.

Meski begitu Firdaus mengakui, nama Sabilillah Ardie menjadi opsi paling buncit. Tadinya karena H Achmad Basari tidak bisa rapat memutuskan putra kedua Almarhum, Firman Haryo Susilo masuk tetapi, saat ini usianya baru 24 tahun sedangkan aturan minimal 25 tahun. Pilihan pendamping Umi Azizah adalah Sabilillah Ardie merupakan pilihan terakhir. (nin/edi)