Kota Pekalongan – Dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan pelajar di wilayah Kota Pekalongan, kepolisian setempat menggelar tes urine kepada sejumlah pelajar. Tes urine secara mendadak digelar terhadap ratusan pelajar di SMP 07 dan SMP 10 Kota Pekalongan, Senin (14/5/2018).
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu melalui Kasat Narkoba AKP Rohmat Azhari mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di kalangan pelajar. Pihaknya bersama dengan stakeholder terkait di Kota Pekalongan melakukan pemeriksaan secara mendadak.
“Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berupa tes urine di SMP 07 dan SMP 10 Pekalongan diadakan tanpa sepengetahuan para siswa. Kegiatan diikuti sebanyak 130 pelajar untuk diambil tes urine secara mendadak,” kata Kasat Narkoba AKP Rohmat Azhari, kemarin.
Dikatakannya, tes urine terhadap ratusan pelajar tersebut bertujuan untuk pemantauan keterlibatan pelajar dalam dunia hitam peredaran Narkoba di Kota Batik Pekalongan. Sebanyak 130 pelajar tersebut terdiri dari 70 pelajar dari SMP 07 Pekalongan dan 60 pelajar dari SMP 10 Pekalongan.
“Pelajar yang mengikuti tes urine dilakukan secara acak yang dipilih oleh para guru di sekolah tersebut,” imbuhnya.
Menurutnya, tes urine dadakan tersebut sebagai upaya mendeteksi secara dini terkait dugaan peredaran narkoba di kalangan siswa.
April sebelumnya, tes urine juga dilakukan Aparat Satuan reskrim Narkoba Polres Pekalongan Kota bersama dengan Kesbangpol, Badan Narkotikan Nasional (BNN) Kabupaten Batang, Satpol PP dan Dinas Kesehatan di MAN 03 Kota Pekalongan. Dalam kegiatan ini petugas gabungan mengambil sample urine kepada 50 pelajar dari jumlah keseluruhan 292 siswa.
Selain melakukan tes urine, petugas juga melakukan penggeledahan tas milik para pelajar serta memberikan sosialisasi bahaya dari penyalahgunaan narkoba.
Kepolisian memberi peringatan ke para pelajar dam guru untuk tidak sekali-kali menyentuh barang haram-narkoba karena sekali mencoba bisa ketagihan, bisa merusak kesehatan, masa depan suram. Apalagi, pengedar narkoba biasanya cukup lihai dalam merayu para korbannya, terutama kalangan pelajar.
“Jangan sampai terlena terkena bujuk rayu pengedar, karena pelajar menjadi sasaran pengedar narkoba,” ucapnya. (edi)
















