Jokowi Beri Semangati dan Beri Bantuan Korban Gempa Banjarnegara

oleh

Banjarnegara – Presiden Joko Widodo mendatangi pengungsi korban bencana gempa di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara. Selain menyapa warga di pengungsian, Jokowi juga sempat menghibur anak-anak korban gempa di SDN Sidakangen.

Didampingi didampangi Kak Seto yang merupakan tim LDP (Layanan dukungan Psikososial ) Kementerian Sosial, Jokowi menyemangati agar para pengungsi semangat menjalani hidup. Kepada anak-anak korban gempa, Jokowi juga meminta tetap belajar meski rumah dan sekolah rusak.

“Meski sekolahnya ada yang roboh kalian tetap belajar ya, dan jangan lupa ibadah,” kata Jokowi, Senin (23/4/2018).

Dalam kesempatan itu, presiden Jokowi juga memastikan penanganan rumah rusak akibat gempa di Banjarnegara segera ditangani. Dalam 2 minggu hingga satu bulan untuk persiapan dan untuk pembangunan membutuhkan sekitar 6 bulan.

INFO lain :  Gaji PNS 2019 Dinaikkan, Wakil Ketua DPR: Jangan Bebani Keuangan

“Dua minggu sampai satu bulan untuk perispan oleh BNPB bekerjasama dengan Kementerian PUPR,” kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan, akibat gempa bumi di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara terdapat 465 unit rumah rusak. Dari jumlah tersebut, 144 di antaranya rusak berat. Sedangkan 125 unit rumah rusak sedang dan 196 unit rumah rusak ringan. Selain itu juga ada sekolah rusak, yakni 1 SMP dan 3 SD.

Selama pembangunan rumah oleh BNPB dan Kementerian PUPR, korban akan diberi bantuan Rp 500 ribu per bulan untuk menyewa rumah. Nantinya, para korban menyewa rumah selama pengerjaan yang diprediksi 6 bulan.

INFO lain :  RUU Penyadapan Tak Kurangi Kewenangan KPK

“Pemerintah memberikan sewa rumah Rp 500 ribu per bulan dan per rumah. Bantuan ini diberikan selama 6 bulan dan diprediksi pembangunan rumah sudah selesai selama 6 bulan,” kata dia.

Jokowi menambahkan untuk perbaikan rumah rusak berat dan sedang dari pemerintah pusat. Sedangkan rumah rusak ringan nantinya untuk perbaikan dari pemerintah provinsi dan kabupaten. Pembagiannya untuk rumah rusak berat dan sedang dari pusat, kalau rusak ringan dari provinsi dan kabupaten.

INFO lain :  Anggota Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia Rizkyansyah

Gempa di Banjarnegara juga mengakibatkan sebanyak 60 siswa SMPN 2 Kalibening terpaksa melaksanakan Ujian Nasional di dalam tenda. Hal itu setelag sekolah mereka rusak akibat gempa pada Rabu (18/4/2018) lalu.

Ada 4 tenda yang didirikan di halaman sekolah. Tiga tenda untuk ujian nasional dan satu tenda runag sekretariat dan pengawas.

Salah seorang peserta ujian nasional di SMPN 2 Kalibening, Hernanda mengaku terus berdoa agar pelaksanaan ujian tersebut lancar. Meski, sampai saat ini dirinya mengaku kurang kosentrasi karena kondisi bencana tersebut.(edi)