Seorang Ibu Tewas dan Kaki Putrinya Hancur Terlindas Tronton

oleh

Pati – Seorang ibu dan putrinya yang masih berusia 9 tahun menjadi korban kecelakaan tragis di Jalan Raya Pati-Rembang. Yang lebih miris, Suwanti (34) akhirnya tewas saat menjalani perawatan di RSUD dr. Soewondo Pati.

Sedangkan anaknya yang diketahui bernama Dinar mengalami luka parah pada bagian kaki.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kedua korban merupakan warga warga Desa Meteseh RT 02 RW 02, Kecamatan Kaliori, Rembang. Kecelakaan tragis itu terjadi di wilayah Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati pada Sabtu (21/4/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

INFO lain :  Rutan Kudus Usulkan 98 Napi Peroleh Remisi HUT Kemerdekaan RI

Kecelakaan itu bermula, sebuah tronton dengan nomor polisi B 9713 BEH yang dikemudikan oleh Sainal (42) warga Desa Pakusari RT 01 RW 01 Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timut melaju dari arah timur menuju barat atau dari Rembang menuju Juwana. Saat sampai di traffict light atau lampu lalu lintas di Desa Batursari, Kecamatan Batangan, saat menyala merah, truk tronton itu berhenti.

INFO lain :  Sopir Truk Bawang Meninggal Dunia Diduga Sakit

Pada saat traffict light menyala hijau, tronton tersebut melajut pelan-pelan. Dengan tiba-tiba, pengendara sepeda motor merek Tosa tanpa nomor kendaraan yang dikendarai Suwanti, Suwanti yang memboncengkan Dinar, melaju dari arah selatan menuju utara menyebrang jalan. Diperkirakan, keduanya menerobos lampu merah dan belok ke kiri.

“Diduga tidak mampu menguasai laju kendaraan, motor tersebut kemudian masuk ke kolong tronton dan terlindas roda tronton tersebut,” ungkap Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingseh.

INFO lain :  Intensifkan Pendampingan Kesehatan pada Ponpes

AKP Endah melanjutkan, akibat kecelakaan itu, korban atas nama Suwati mengalami luka kaki kiri patah. Sementara Dinar mengalami luka kaki kanan Hancur. Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Soewondo. Namun, nyawa Suwanti tidak tertolong.

”Informasi yang kami terima, Suwanti atau ibu dari Dinar dikabarkan sudah meninggal dunia. Sedangkan untuk Dinar, saat ini masih dirawat intensitif di rumah sakit (RSUD dr. Soewondo),” imbuh AKP Endah.(edi)