Solo – Mantan Walikota Solo, H.Slamet Suryanto (73) meninggal dunia pada Selasa (3/4/2018) sekitar pukul 19.15 di kediamannya Jalan Kutilang, Gilingan, Banjarsari, Solo. Almarhum merupakan Walikota Solo ke-15 yang menjabat pada periode 2000-2005.
Jenazah almarhun yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Bonoloyo. Sebelum dimakaman jenazah sempat disemayamkan disemayamkan di Pendhapi Gedhe, Balaikota Solo untuk mendapatkan penghormatan terakhir yang dihadiri oleh ribuan ASN Solo.
Terlihat beberapa keluarga mengantarkan jenazah ke tempat persemayaman, isak tangis pun pecah ketika jenazah dibawa ke masjid untuk disholatkan.
“Semasa menjawab jadi Walikota, Beliau berhasil membangun gedung Balaikota, DPRD, Pasar Gedhe ini jadi pencapaian yang luar biasa di tahun 2000 an selama menjabat Walikota,” ujar Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Balaikota Solo, Rabu (4/4/2018).
Dalam upacara, Rudy, sapaan wali kota, menyampaikan bahwa Slamet Suryanto telah banyak memberikan kontribusi bagi Kota Solo. Dia menyebut Slamet sebagai pekerja keras dan orang yang disiplin.
“Semasa bertugas, beliau merupakan seorang pekerja keras dan selalu disiplin. Jasa-jasa beliau selama memimpin Kota Surakarta akan selalu dikenang oleh masyarakat,” katanya.
Slamet Suryanto merupakan Wali Kota Surakarta periode 2000-2005. Sebelumnya, Slamet pernah menjadi anggota DPR RI pada 1999-2000.
Slamet juga dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) loyalis Megawati Soekarnoputri. Saat PDI terpecah, dia tegas mendukung Megawati, sampai nama PDI Pro-Mega dikenal masyarakat.
Slamet meninggal dunia pada usia 73 tahun karena sakit yang telah lama diderita. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.edi
















