Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyarankan kepada Putri Proklamator Bung Karno Sukmawati Soekarnoputri untuk segera mengklarifikasi puisi berjudul Ibu Indonesia. Sebab, diakuinya bahwa puisi Sukmawati Soekarnoputri itu menimbulkan interpretasi yang beragam dari masyarakat.
“Saya kira mestinya bisa diklarifikasi oleh Sukma, karena tentu akan menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda, terutama dari umat Islam karena yang diisebutkan syariat Islam dan azan dan cadar dan seterusnya,” ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. (ind/dot/rio/edi)
















