Semarang (INFOPlus) – Meski rekomendasi bakal calon gubernur dan wakil gubernur belum diputuskan, namun DPD PDIP telah menyiapkan pendaftaran pasangan bakal calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng. Rencananya, DPD PDIP bersama parpol koalisi akan mendaftarkannya pada Selasa, 9 Januari 2018.
Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto mengatakan alasan dipilihnya hari kedua pendaftaran adalah saat itu hari Selasa. Menurut perhitungan Jawa hari selasa itu angka tiga. Weton pada hari itu adalah Wage yang berarti 4. Maka jika dijumlahkan menjadi angka 7. “Pitu (tujuh) maknanya pitulungan (pertolongan) atau tujuan sehingga ingat pada tujuan,” kata Bambang, Kamis (4/1/2018).
Jika dilihat tahapan pendaftaran yang dibuka 8 Januari dan ditutup 10 Januarti 2018, maka tanggal 9 merupakan hari kedua. Hari kedua, sesuai perhitungan Jawa, bermakna lungguh yang artinya jabatan. Maka sudah klop, jika PDIP mengharap pitulungan untuk mencapai tujuan jabatan yang akan di raih itu.
Jika di urutkan, lanjut anggota DPR RI ini, hari pertama yang disebut Sri bermakna kesejahteraan dan kebahagiaan, hari ketiga Gedong bermakna kekayaan, keempat itu Loro yang berarti sakit dan kelima adalah Pati yang bermakna tertutup atau mati.
Terkait proses pendaftaran, pihaknya juga telah merencanakan arak-arakan massa dari parpol pengusung. DPD PDIP juga telah menyiapkan kelengkapan untuk meramaikan arak-arakan tersebut. Dalam arak-arakan itu nantinya juga akan dihadiri pimpinan parpol lain yang masuk dalam koalisi PDIP.
Menurut Bambang, saat ini ada dua parpol lain yang ‘mesra’ dengan PDIP. Yakni Nasdem dan Demokrat. “PDIP tak sendirian. Bergandengan dengan Nasdem dan Demokrat,” katanya.
Perihal siapa pasangan calon yang nantinya di daftarkan, Bambang menyerahkannya pada Ketua Umum dan DPP PDIP. Hal itu merupakan kewenangan mereka. Namun siapapun yang direkomendasikan, kader di bawah akan tegak lurus mendukung.*
Sumber : Suara Merdeka
















