Kudus – Sendi (26) yang dikeroyok dan ditusuk pisau di depan Balai Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Minggu (24/6/2018) malam akhirnya tewas. Warga Desa Jojo ini sempat terkapar dengan luka parah di perut, dan menjalani perawatan intensif di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Nyawa korban tak bisa diselamatkan.
“Nggih (iya), (Sendi) meninggal,” kata Kepala Desa Jojo, Samsul, Senin (25/6/2018).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, berdasarkan keterangan saksi mata, Ismail warga Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kudus, dia melihat aksi keributan sejumlah pemuda di depan Balai Desa Jojo, Minggu (24/6) sekitar pukul 19.30 WIB. Dia berusaha memisah perkelahian itu. Namun Sendi tetap dipukuli oleh para pelaku.
Setelah dipisah, para pelaku sekitar 7 orang lari ke arah timur. Mereka mengendarai 3 sampai 4 sepeda motor.
“Pelaku kemungkinan berusia SMP. Sebelum mereka pergi, para pelaku menceburkan sepeda motor korban ke sungai di seberang balai desa,” kata Ismail.
Dia mulanya tidak tahu kalau korban ditusuk. Namun setelah diperhatikan, akhirnya dia melihat perut Sendi berlumuran darah. Korban dilarikan ke Puskesmas Mejobo. Kemudian, korban dipindah ke RS Aisiyah.
Sajiwo warga Hadiwarno, yang ikut menolong korban mengatakan, dia juga membantu mengevakuasi sepeda motor korban dari sungai.
“Sempat evakuasi sepeda motor korban yang diceburkan ke sungai,” kata Sajiwo.
Pantauan di lokasi, ada CCTV 4 unit di sekitar balai desa yang merekam aksi. Dari CCTV tampak para pelaku datang dari arah barat. Tiba-tiba, mereka berhenti di dekat korban yang sedang duduk sendiri di atas sepeda motor. Pelaku langsung menendang korban hingga akhirnya menusuknya.
Kapolsek Mejobo AKP Sartono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki dan mengejar para pelaku. (edit)
















