Batang – Tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) yang dimiliki Kabupaten Batang terancam tidak bisa menampung sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang. Pasalnya TPA Randu Kuning Tegalsari yang merupakan satu-satunya TPA di Kabupaten Batang hampir penuh dan tersisa hanya 5000 meter persegi. Itupun untuk menampung sampah dari seluruh daerah Kabupaten Batang.
Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan, pihaknya masih memetakan TPA untuk kecamatan se-Kabupaten Batang dan solusi untuk mencarikan lahan pembuatan pembangunan Sub TPA.
Menurutnya, Pemkab telah bekerjasama dengan Perhutani dalam rangka mengatasi permasalahan sampah. Di dua Kecamatan rencananya sampah bisa dititipkan di wilayah Perhutani dengan pola dan sistem pengelolaan sampah yang modern.
“Pengelolaan sampah modern akan kita pilah-pilah, sampah organik akan dijadikan pupuk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucap Wakil Bupati Batang, Suyono saat meninjau lokasi rencana Sub TPA di Desa Dlisen, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Senin (28/5/2018).
Suyono berharap masyarakat Desa Dlisen tidak terganggu dengan keberadaan Sub TPA dengan luas 2 hektar untuk Kecamatan Limpung. Sebelum pembangunan ini Pemkab akan melakukan sosialisasi dengan masyarakat agar tidak salah persepsi dan tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Agus Riyadi yang didampingi Kabid Pengelolaan Sampah dan B3M Sofi mengatakan, TPA Randu Kuning Tegalsari memiliki luas lahan 3 hektar. sekitar 2,5 hektar sudah tidak bisa menampung sampah karena penuh.
“Kemungkinan 2-3 tahun lagi akan penuh karena yang tersisa hanya 5000 meter persegi,” kata Agus Riyadi.
Agus menerangkan setiap harinya sampah yang masuk ke TPA sekitar 200 meter kubik atau setara 40 ton. Maka dari itu kita melakukan pemetaan dan setelah itu kita mengusulkan kepada Bupati Batang untuk membuat sub-sub TPA agar dapat menampung sampah dari beberapa daerah.
Dikatakannya, pihaknya mengusulkan membuat sub TPA di lima lokasi yaitu Subah, Gringsing, Limpung, Blado dan wilayah Batang sendiri. Penambahan sub TPA ini dirasa perlu karena satu TPA pusat dirasa terlalu jauh untuk ditempuh mobil pengangkut sampah.
“Kemungkinan ada 5000 meter persegi di setiap sub TPA, dan jika dibangun sub TPA bisa menampung sampah sekitar 10 tahun lamanya untuk kelima lokasi,” jelasnya. (edi)















