Magelang – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Magelang meluncurkan Program “Ceting Emas” (Cegah Stunting Emak-Emak Magelang Sehat) sebagai upaya penurunan angka stunting di daerah itu.
Ketua TP PKK Kota Magelang Niken Ichtiaty di Magelang, Jawa Tengah, Senin, menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan dalam Program “Ceting Emas” menggerakkan organisasi perempuan di daerah itu untuk berkontribusi dalam mendukung penurunan stunting.
Peluncuran program tersebut digelar di Gedung Wanita Magelang, Senin.
Ia menyebutkan kegiatan yang dilakukan, antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) tinggi protein hewani kepada anak bawah dua tahun (baduta) dan balita yang terindikasi stunting.
Sasaran Program “Ceting Emas” baduta dan balita yang terindikasi stunting berdasarkan hasil pemeriksaan antropometri dilakukan di posyandu di Kota Magelang.
“Pelaksanaan kegiatan ‘Ceting Emas’ akan dilaksanakan di Kecamatan Magelang Selatan dan diprioritaskan pada baduta yang terindikasi stunting, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu dan sosial ekonomi rendah,” katanya.
Rencana pelaksanaan dimulai pada Mei hingga Juli 2023, sedangkan teknis pelaksanaan kegiatan dengan penggalangan donasi yang dikelola TP PKK Kota Magelang.
Niken menjelaskan petugas yang memasak di dapur gizi adalah kader di kelurahan yang sudah dilatih mengenai Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), penyusunan menu makanan yang akan dimasak oleh kader dilakukan oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).
Selain itu, distribusi dan pemantauan konsumsi PMT dilakukan kader kesehatan di wilayah masing- masing.
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan dilakukan tim puskesmas setempat secara rutin sebulan sekali, sedangkan monitoring perkembangan status gizi dan progres Program “Ceting Emas” juga dilakukan donatur.
“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ‘Ceting Emas’ adalah meningkatnya status gizi anak dan penambahan tinggi badan anak baduta dan balita yang terindikasi stunting di Kota Magelang,” ucapnya.
Selain itu, terwujud pemberdayaan masyarakat dalam mendukung penurunan stunting di Kota Magelang dan terwujud dukungan dana untuk pelaksanaan pemberian PMT tinggi protein hewani.
Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur memberikan apresiasi kepada TP PKK Kota Magelang yang menginisiasi program ini.
Dia mengatakan stunting permasalahan global dan tidak hanya terjadi di Indonesia. Data hasil penimbangan serentak di posyandu pada Agustus 2022, terdapat 412 anak balita yang terindikasi mengalami stunting di Kota Magelang.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022, prevalensi balita stunting di Kota Magelang sebesar 13,9 persen. Hal ini berarti mengalami kenaikan 0,6 persen dibandingkan dengan pada 2021 yaitu 13,3 persen.















