Pemkot Pekalongan gencarkan penanganan risiko kematian ibu dan bayi

oleh

Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, siap memasifkan kegiatan penanganan risiko ibu dan bayi dengan melakukan skrining dini pada ibu hamil, bayi, dan balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa kegiatan ini sudah dilakukan di empat wilayah kecamatan sejak awal Februari 2023.

“Kami memandang kegiatan ini penting untuk mengetahui keadaan derajat kesehatan ibu dan anak dan dapat menggambarkan tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, efisien, dan efektivitas dalam pengelolaan program kesehatan,” katanya.

INFO lain :  Jembatan di Pemalang Ndoyong Usai Diterjang Banjir

Ia yang didampingi Pengelola Program Kesehatan Anak Ria Andriani mengatakan sebelumnya petugas kesehatan akam melakukan deteksi awal di masing-masing wilayahnya.

Apabila dalam deteksi awal ditemukan ibu atau anak yang berisiko, kata dia, maka akan ditindaklanjuti dengan rujukan ke dokter spesialis anak ataupun kandungan.

INFO lain :  Mas dan Mbak Batang 2021 Diminta Ikut Promosikan Pariwisata

Menurut dia, pada tahun ini pihaknya siap melakukan deteksi awal pada ibu dan bayi sebanyak 6 kali yaitu setiap 2 bulan sekali.

“Kami berharap kegiatan ini bisa mempercepat serta memudahkan akses dari pasien untuk melakukan skrining. Jadi, orang tua dari bayi dan balita yang terindikasi memiliki gangguan pertumbuhan dan perkembangan bisa lebih mudah untuk mendapatkan penanganan,” katanya.

INFO lain :  Bantuan Usaha Diminta Tak Dijual

Ia mengatakan dalam pembangunan kesehatan, pihaknya membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar derajat kesehatan masyarakat bisa tercapai setinggi-tingginya.

“Oleh karena itu, kami mengajak para ibu hamil memeriksakan kehamilannya maupun pada bayinya agar bisa tingkat kesehatannya dapat dideteksi lebih awal,” katanya.

Sumber Antara