Pembukaan Muktamar Muhammadiyah Digelar di Stadion Manahan Solo

oleh
Stadion Manahan Solo, Jateng yang akan dipakai untuk untuk pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48.

Solo – Panitia tengah mematangkan rencana penggunaan Stadion Manahan Surakarta, Jawa Tengah, untuk pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48.

Tim Asistensi Panitia Pusat Herman Dodik Isdarmadi melalui taklimat media yang diterima oleh ANTARA di Solo, Jumat mengatakan sejauh ini Pemerintah Kota Surakarta memberikan dukungan terkait pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 tersebut.

“Stadion Manahan Alhamdulillah progresnya sangat positif, Mas Gibran (Wali Kota Solo) juga merespon positif. Insya Allah untuk pembukaan sudah ‘on the track’ sejak ‘schedule loading’ hingga rencana pembukaan,” katanya.

INFO lain :  "Tanda Tresno", Wujud Bakti 30 Tahun Sanggar Greget untuk Nusa Bangsa

Ia mengatakan untuk penggunaan Stadion Manahan akan memakai standar internasional dalam hal ini standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengingat stadion tersebut menjadi salah satu venue pergelaran sepak bola Piala Dunia U-23 tahun 2023.

Menurut dia, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi pada penggunaan tersebut, seperti terkait penggunaan rumput Stadion Manahan dan pemasangan panggung di dalam gedung.

“Misalnya terkait keberadaan rumput ini sepatu apa yang bisa dipakai oleh orang-orang dan jumlah orang yang ada di lapangan. Selain itu juga pemasangan panggung seperti apa ketentuannya. Ini harus dipatuhi agar tidak ada kerusakan-kerusakan,” katanya.

INFO lain :  Disekap, Dianiaya Ayah Tiri. Bocah di Solo Ditemukan Terikat dan Terluka di Kemaluan

Ia mengatakan para peserta pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 tersebut salah satunya harus memiliki undangan. Dengan demikian, yang tidak memperoleh undangan maka tidak bisa masuk ke stadion.

“Meski demikian, nanti kami akan menyediakan layar besar di luar stadion sehingga yang tidak bisa masuk bisa menyaksikan lewat layar tersebut,” katanya.

INFO lain :  Gibran Bicara Soal Sinyalemen Adanya “Perang Dingin”

Sementara itu, tambahnya, para peserta harus mengikuti prosedur protokoler mengingat pembukaan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Terkait hal itu, panitia pusat sudah mengirimkan surat kepada presiden untuk penjadwalan audiensi dan menyerahkan undangan kehadiran.

“Setelah audiensi dengan presiden oleh PP Muhammadiyah akan ditindak lanjuti oleh standar protokoler dan pengamanan baik dari setpres dan paspampres,” demikian Herman Dodik Isdarmadi.

Sumber Antara