2.500 Bibit Pohon Beringin dan Bambu Kuning Ditanam di Lereng Gunung Sindoro

oleh

Temanggung – Gerakan Pemuda Ansor menggelar aksi penanaman 2.500 bibit pohon di lereng Gunung Sindoro di sekitar kawasan wisata Banyu Ciblon Lestari, Desa Tlogowero, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah.

“Saya menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada GP Ansor yang telah melakukan kegiatan pelestarian alam berupa penanaman pohon di daerah aliran sungai di Kecamatan Bansari,” kata Camat Bansari Rudiastoto di Temanggung, Selasa (28/12/2021).

Menurut dia, bibit pohon yang ditanam untuk menghijaukan daerah lereng Gunung Sindoro antara lain bibit pohon beringin dan bambu kuning.

INFO lain :  Kisah Pria Magelang Nikahi Bule Inggris Bikin Heboh Dunia Maya

Kegiatan penanaman bibit pohon melibatkan anggota organisasi-organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) serta aparat pemerintah.

Ketua Tanfidziah Majelis Wakil Cabang NU Bansari Kiai Mujiyono mengatakan bahwa upaya menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan menjaga keseimbangan dan kelestarian alam di sepanjang daerah aliran sungai, ia melanjutkan, harapannya ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan warga akan selalu terjaga.

INFO lain :  Luar Biasa. Suara Kotak Kosong Bisa Tembus 225 Ribu

“Insya Allah kegiatan ini menjadi sebuah nilai ibadah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan bahwa kegiatan menanam pohon perlu digerakkan untuk memulihkan lingkungan hidup yang terdegradasi, yang bisa memicu timbulnya bencana alam.

“Ancaman bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan bencana kekeringan karena banyak sumur warga yang mati lantaran daerah resapan air sudah semakin berkurang pohon-pohonnya, sehingga untuk menjaga keberlanjutan daya dukung alam untuk kehidupan seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung perlu memperbanyak tanaman di Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu,” katanya.

INFO lain :  Diminta Hati-Hati Posting Status

Ia mengemukakan bahwa upaya penghijauan harus dilakukan di lereng gunung, daerah aliran sungai, lahan-lahan tandus, dan lingkungan perdesaan untuk meminimalkan risiko kejadian bencana.

Sumber Antara