Batang – Bupati Batang, Jawa Tengah Wihaji menyebut sekitar 47 ribu orang yang sudah melakukan vaksinasi belum masuk dalam data, sehingga menjadi penyebab kesalahan dalam penghitungan capaian vaksinasi di wilayah itu.
“Ini menjadi salah satu pengaruh dan penyebab keterlambatan capaian vaksinasi karena terjadi data false (salah),” kata Bupati Wihaji di Batang, Selasa (21/12/2021).
Ia mengaku dirinya sudah memerintahkan pada Dinas Kesehatan untuk menyelesaikan data yang salah tersebut, untuk diurai secepatnya agar target pencapaian vaksinasi 70 persen terealisasi.
Wihaji juga memperhatikan usulan poin penting dari Ketua Sang Pamongmong (Ketua Paguyuban Kepala Desa), misalnya desa dengan jumlah penduduknya 100 orang dan target yang divaksinasi 100 persen sudah tercapai 70 persen.
“Ini yang harus kita urai. Intinya itu bagian dari pekerjaan kita agar target capaian vaksinasi dapat terpenuhi,” katanya.
Dalam upaya percepatan vaksinasi hingga mencapai 100 persen, Wihaji meminta semua instansi bersinergi dengan tokoh masyarakat.
“Untuk mencapai vaksinasi 100 persen harus ‘keroyokan’ bersinergi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda, RT, RW, perangkat desa, dan para kepala desa,” katanya.
Ia mengatakan jika kegiatan vaksinasi hanya mengandalkan dari Dinas Kesehatan, Polres Batang dan Kodim 0736 Batang, pencapaian 100 persen akan mengalami keterlambatan.
“Kita harus bersama-sama melakukan hal itu agar capaian vaksinasi 100 persen secepatnya tercapai. Kabupaten lain bisa, kenapa kita tidak bisa,” katanya.
Sumber Antara
















