Kota Pekalongan – Maraknya kejahatan dengan modus skimming atau pencurian data kartu ATM diakui sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, belakangan warga Kota Pekalongan telah menjadi korbannya dengan modus skimming.
Atas kejadian itu, sejumlah warga telah melapor ke Polres Pekalongan Kota. Laporan itu kini masih dalam penyelidikan Satuan Reskrim Polres Pekalongan Kota.
“Ada lima warga yang telah melaporkan kasus skimming ke Polres Pekalongan Kota. Kini kasunya masih dalam penyelidikan,” Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, Kamis (12/4/2018).
Kapolres meminta warga masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terutama ketika bertransaksi di mesin-mesin ATM agar terhindar dari kejahatan tersebut. Disamping itu, lanjutnya, warga diminta agar lebih berhati-hati dan mengecek buku tabungannya, agar tidak menjadi korban pembobolan rekening bank.
“Ada beberapa ATM di Kota Pekalongan yang diindikasikan menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Jadi kalau ada masyarakat yang pernah mengambil uang di ATM di seluruh Kota Pekalongan, agar mengecek buku tabungannya. Dikhawatirkan dana dalam tabungan berkurang tanpa diketahui oleh pemiliknya,” tegas Kapolres.
Dikatakan, jika memang masih ada yang dirugikan akibat aksi kejahatan bermodus skimming dimaksud, dapat melaporkan ke Polres Pekalongan Kota Polda Jawa Tengah agar dapat ditindaklanjuti. Aksi kejahatan dimaksud masih dalam penyelidikan, dan diharapkan dalam waktu dekat dapat terungkap, termasuk menangkap yang diduga para pelaku.
Sebelumnya, jajaran Reskrim Polres Pekalongan Kota berhasil mengungkap kasus dugaan pembobolan kartu ATM. Petugas meringkus sejumlah pelaku pencurian data kartu ATM atau skimming.
“Pelaku sudah diamankan berjumlah tiga orang,” kata Kapolres sebelumnya.
Adapun pelaku yang berhasil diamankan pernah melakukan aksi di ATM yang berada di Kota Pekalongan. Salah satunya di bilik mesin ATM yang terletak di Mapolres Pekalongan Kota. (edi)
















