BANYUMAS – Status zona merah corona kembali disandang Kabupaten Banyumas.
Padahal sepekan sebelumnya, sempat turun ke zona oranye.
Bupati Banyumas Achmad Husein, mengatakan, sebenarnya pada periode 6-13 Desember lalu, statusnya sudah berstatus zona oranye.
“Namun, terdapat sejumlah faktor yang mengakibatkan Banyumas kembali masuk ke zona merah atau risiko tinggi,” katanya, Selasa (15/12).
Masalah itu, jelas dia, antara lain persoalan tempat tidur (ruang isolasi) yang belum diselesaikan dengan baik. Kondisi itu mengakibatkan pasien banyak antre sehingga menjadikan berisiko tinggi.
“Yang kedua angka positivity rate-nya tinggi. Jadi yang tertular setiap hari banyak,” sebutnya.
Faktor lain, terang dia, yaitu akibat tingginya angka kematian. Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 saat ini mencapai 143 orang. Sebanyak 65 orang di antaranya meninggal pada bulan Desember ini.
“Baru 14 hari sudah 65 orang. Makanya tadi kita bahas bagaimana supaya angka kematian tidak tinggi. Kenapa kematian tinggi karena mereka datangnya terlambat (ke rumah sakit), terlambat karena takut,” bebernya.
Husein menambahkan, meski kembali naik ke zona merah, tempat wisata tetap akan beroperasi.
Sebelumnya, Pemkab Banyumas telah memutuskan membuka empat objek wisata yang dikelola pemerintah Minggu (13/12).
“Untuk hajatan belum (diperbolehkan), karena potensinya (penularan) besar. Tapi minggu depan akan kita evaluasi. Tempat wisata tetap dibuka, tapi hanya wisata outdoor saja,” tandasnya. (ayu)
















