Makin Parah, Banyak Tanggul Jebol

oleh
oleh

PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan menetapkan status tanggap darurat dalam penanganan banjir rob yang terhitung tinggi belakangan ini.

Mitigasi terhadap tanggul sungai yang jebol juga terus dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menyampaikan, status tanggap darurat telah ditetapkan dalam penanganan rob.

Pihaknya juga sudah melakukan mitigasi titik-titik sungai yang melimpas ke darat untuk ditindaklanjuti.

“Seperti di Randujajar, karena debit airnya besar tanggul parapet menjadi jebol dan sudah kami tangani. Ternyata jebol kembali dan akan segera kami perbaiki,” katanya, Jumat (5/6).

INFO lain :  Warga Grobogan Digegerkan Temuan Pria Tewas di Pos Kamling

Kemudian di Jalan Labuan, jalannya putus karena ada limpasan dari Sungai Gabus yang ada di Batang. Sehingga berimbas pada akses masyarakat.

“Hal ini juga sudah kami tindaklanjuti dengan peningkatan jalan,” ungkap Nur Priyantomo.

Dia membeberkan, tanggul di Pantai Krematorium yang juga jebol sudah ditindaklanjuti, termasuk yang ada di Slamaran, yakni Sungai Sibulan.

“Untuk langkah jangka pendek, kita juga telah menempatkan sandbag (kantong pasir) di sepanjang dermaga, supaya air sungai tidak melimpas ke darat,” bebernya.

INFO lain :  Satpam Cantik yang Hilang Ditemukan Meninggal di Aliran Bengawan Solo

Pihaknya sudah menyampaikan konsep penanganan jangka panjang kepada dewan.

“Harapan kami, pembangunan dapat dilaksanakan secara tuntas,” jelasnya.

Apabila pelaksanaan pembangunan tidak dapat dilakukan secara komprehensif di seluruh Kota Pekalongan karena keterbatasan anggaran, maka tahun ini difokuskan ke satu lokasi dulu. Kemudian menyusul lokasi lainnya di tahun mendatang.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Kementerian PU, agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai tupoksi dalam program percepatan pembangunan mereka,” katanya.

INFO lain :  Posisi Sekda Kosong. Butuh Proses Panjang Temukan Pejabat yang Layak

Seperti, Kali Loji dapat ditangani oleh pemprov, dan Sungai Bremi oleh Kementerian PU.

Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgies Diab berpesan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan untuk semakin memperhatikan sinyal darurat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) supaya disebarluaskan kepada masyarakat.

“Pemkot dapat memberdayakan warung-warung di Kota Pekalongan yang kemarin pendapatannya menurun akibat Covid-19 untuk membuat nasi bungkus. Supaya pendapatan mereka meningkat di tengah kondisi yang terpuruk,” tandasnya. (mht)