175 Hektare Tanaman Padi Diserang Hama

oleh
oleh

PEKALONGAN – Sekitar 175 hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Pekalongan, pada masa tanam (MT) Oktober-Maret diserang hama seperti tikus, wereng cokelat, dan walang sangit.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Siswanto mengatakan bahwa luas tanaman padi yang terserang hama dengan intensitas ringan sebanyak 140 hektare, kategori sedang 25 ha, dan berat 8 ha.

INFO lain :  Guru SD di Boyolali Jadi Kurir Narkob

“Bahkan, ada sekitar 2 hektare lahan tanaman padi di Kecamatan Kesesi sudah mengalami puso atau gagal panen,” ujarnya, Senin (9/3).

Menurutnya, untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama ini, pemkab bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan kelompok tani melakukan pengendalian hama dengan melakukan gropyokan dan pemberian bantuan obat pembasmi.

“Kami sudah menyiapkan bantuan obat pembasmi hama yang jenisnya sesuai yang dibutuhkan. Selain itu, kita juga melakukan pemberantasan hama tikus dengan melalui sistem gropyokan,” katanya.

INFO lain :  Kejari Purwokerto Tuntaskan Kasus Pencurian dengan Keadilan Restoratif

Komandan Koramil Bojong Kapten Infanteri Wiyoto mengatakan kegiatan gropyokan tikus dilakukan karena adanya laporan dari para petani yang mengaku tanaman padinya diserang hama pengerat.

“Berdasar laporan dari warga dan pantauan petugas Babinsa memang terdapat tanaman padi yang terserang hama tikus sehingga perlu diadakan pembasmian agar pertumbuhan tanaman bisa normal,” katanya.

INFO lain :  Uang Sewa Rusun Digratiskan

Ia mengatakan hama tikus ini sangat berbahaya apabila tidak segera diantisipasi karena akan menghabiskan batang tanaman padi yang sedang tumbuh dan bisa mengakibatkan gagal panen.

“Organisme pengganggu tanaman ini kalau dibiarkan sangat berbahaya sehingga kita bersama-sama dan serentak melakukan gerakan gropyokan,” tandasnya. (mht)