Kembangkan Budi Daya Gurame Unggul

oleh
oleh

BANYUMAS – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkanak) Kabupaten Banyumas bersama Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi sebagai Pusat Riset Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, berkolaborasi mengembangkan Desa Inovasi Gurame Unggul Hasil BRPI.

Untuk memastikan kesiapan Dinkanak, Kepala BRPI Sukamandi, Joni Haryadi berkunjung ke Balai Benih Ikan (BBI) Pandak dan Kelompok Budi Daya Ikan (Pokdakan) Mina Usaha di Desa Karangsalam Kecamatan Kedungbanteng.

“Kami berkunjung ke BBI Pandak dan masyarakat pembudidaya gurami untuk memberikan alternatif komoditas gurami unggul. Benih ikan hasil gurame hibrida BRPI telah diuji dan menunjukkan keunggulan pertumbuhan 17-26 % lebih cepat, serta memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit,” jelas Joni, Rabu (4/3).

INFO lain :  Terbujuk Rayuan Maut, Titin Kehilangan Sepeda Motor

Menurutnya ikan gurame unggul tersebut, siap membangkitkan kembali produksi ikan gurami di Banyumas. Penyediaan benih sebagai inputan utama pada usaha pembesaran ikan gurami, akan terpenuhi melalui penggunaan ikan gurami hibrida unggul yang dinamakan Gurami Bima.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas, Wisnu Hermawanto, mengatakan Banyumas dikenal sebagai sentra budidaya Gurame. Mampu menyumbang sekitar 20% produksi Gurame di Provinsi Jawa Tengah sehingga menjadikan Banyumas sebagai penyumbang terbesar produksi gurame nasional.

INFO lain :  Polisi Selidiki 120 Butir Telur Asin Diduga Palsu

Namun, sekitar 2 juta induk gurame mati selama kurun waktu 2017-2018 hingga produksi gurami di Kabupaten Banyumas mengalami penurunan. “Terbanyak di Desa Beji, Kecamatan Kedung Banteng yakni diatas 70%,” ungkap Wisnu.

Seperti yang dialami oleh Pokdakan Mina Usaha Desa Karangsalam Kidul, Kedung Banteng. Biasanya mampu menghasilkan 600 ribu butir telur gurame per bulan, saat ini hanya mampu sekitar 60 sampai 100 ribu butir saja. Padahal pokdakan tersebut pernah meraih kejayaan menghasilkan telur-telur gurami untuk memasok kebutuhan benih sampai ke pulau Sumatera.

INFO lain :  Hari Pertama Diterapkan Sanksi Pemakaian Masker, 10 Warga Diinapkan di Rumah Karantina

Tri Susilowati, Kepala Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar Pandak mengatakan BBI Pandak dilengkapi dengan sarana pembenihan, pendederan dan pembesaran ikan gurame seluas dua hektar. 1,4 Ha diantaranya merupakan area kolam yang siap digunakan untuk mengembangkan ikan gurami hibrida unggul hasil riset pemuliaan di BRPI.

“Kami siap bekerja mengembangkan gurame unggul, karena sangat dinantikan masyarakat. Apalagi setelah kejadian induk gurame mati secara masal,” jelas Tri. (mht)