Polisi Selidiki 120 Butir Telur Asin Diduga Palsu

oleh
oleh

BANYUMAS – Aparat Polresta Banyumas, menyelidiki temuan telur asin yang diduga palsu sebanyak 120 butir yang diproduksi oleh seorang warga Desa Karangklesem, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kapolsek Pekuncen AKP Susanto mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah telur asin tersebut palsu atau asli karena masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas.

“Ya betul, kami masih menunggu hasil laboratorium, sampel sudah diambil oleh Dinas Kesehatan,” katanya, Sabtu (8/2).

INFO lain :  Pohon di Makam Boyolali Tumbang Timpa Mobil Peziarah, 1 Orang Tewas

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kabupaten Banyumas Imam Subagyo mengatakan pihaknya telah mengambil telur asin yang diduga palsu tersebut.

“Kami ambil sampel untuk tes penegasan dengan alat yang ada, hasilnya negatif boraks dan formalin. Kami juga tindak lanjuti ke laboratorium yang terakreditasi, tadi kami dapat info katanya negatif boraks dan formalin, secara resmi besok suratnya baru jadi,” katanya.

INFO lain :  Pilih Diam, Sikapi Tudingan Selingkuhan

Ia mengatakan pihaknya juga belum dapat memastikan penyebab telur asin tersebut berwarna cokelat dan bertekstur kenyal.

Menurut dia, berdasarkan berbagai sumber, hal itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya bahan baku yang kurang bagus dan proses pengolahan.

“Kami belum tahu sumber bahan bakunya seperti apa, karena ambilnya menyuruh orang, ambil di Gandrungmangu (Cilacap, red.),” katanya.

Oleh karena itu, katanya, petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memeriksa lebih lanjut terhadap telur asin tersebut.

INFO lain :  Karyawati Ini Jadi Otak Pembunuhan Bos Pelayaran

Pengawas Farmasi Obat dan Makanan Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banyumas Winanto mengatakan pihaknya perlu melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan telur asin tersebut palsu atau asli.

“Kami nanti uji kadar air, kadar protein, dan lemak. Kami akan bandingkan telur yang diduga palsu ini dan telur yang asli,” tandasnya. (mht)