REMBANG – Kualitas Jalan Lingkar Sarang di kabupaten Rembang patut dipertanyakan.
Sebab proyek yang baru rampung akhir tahun 2019 lalu ini, sudah didapati telah ambrol dan retak sekitar 1 km. Padahal, jalan ini belum sempat dilalui kendaraan berat.
Ini diketahui saat Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto bersama jajaran Polsek Sarang melakukan cek dan kontrol jalan tersebut.
Kapolres menemukan, kondisi jalan ambrol dan retak. Selain diduga karena kurang baiknya pengurukan, juga diduga karena faktor alam karena di lokasi jalan yang tepat di pinggir pantai tersebut.
Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto menyampaikan cek dan kontrol jalan raya dilakukan bersama anggota.
“Upaya kami sifatnya hanya pencegahan. Sudah ada upaya pihak desa dan Pemda untuk yang lubang-lubang sudah ditambal dan dikuatkan dengan cara di bongkar,” ujarnya, Selasa (14/1).
Pihaknya meminta jajarannya untuk melakukan patroli, kendati jalan lingkar tersebut belum difungsikan. Lantaran, jembatan penghubung yang belum dibangun.
“Ini sekaligus menyikapi adanya laporan pengambilan pasir di laut,” ujarnya.
Kapolres enggan berkomentar banyak soal retak dan ambrolnya jalan. Namun pihaknya menduga, jalan tersebut dipicu karena faktor alam seperti abrasi.
Pihaknya juga belum dapat memastikan, apakah pemicunya pasir laut diambil oleh warga atau orang-orang tertentu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang, Sugiarto saat dikonfirmasi adanya temuan di jalan lingkar Sarang, mengaku sudah mengetahui. Termasuk dari sisi penanganan langsung diusahakan.
“Sudah kami usahakan. Karena masih dalam rangka pemeliharaan enam bulan. Maka masih menjadi tanggungan pemborong. Ini segera ditindaklanjuti dan konfirmasi. Mereka siap,” jawabnya.
Dari pantauan Kapolres, keretakan jalan sudah ditangani perbaikannya. Termasuk yang amblas. Ini sudah dipastikan langsung Kapolres dengan jajarannya dengan cara menyusuri jalan dengan jalan kaki. Kapolres juga sempat berbincang-bincang dengan para pekerja.(mht)













