Pencuri Penusuk Polisi Hutan Blora yang Kabur Ditangkap Usai dari Maluku

oleh

BloraAparat Satuan Reserse Kriminal Polres Blora membekuk pencuri kayu selama empat bulan kabur usai menusuk petugas polisi hutan di Komplek BKPH Nanas, KPH Cepu, Kabupaten Blora, September 2018 silam.

Tersangka bernama Suwadi alias Sundol, warga Dusun Jamprong, Kecamatan Kenduruan, Tuban, Jawa Timur. Dia ditangkap di rumahnya saat pulang, setelah sebelumnya kabur ke Ternate, Maluku Utara.

“Tersangka mengaku melakukan penusukan, karena aksinya mencuri kayu kepergok korban yang bertugas sebagai polisi hutan,” ungkap Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, Selasa (9/1/2019).

Kasus pencurian kayu terjadi, Sabtu (1/9) lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Saat kejadian, korban Joko Prayitno bersama beberapa anggota Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) patroli rutin di kawasan hutan jati RPH Bleboh, BKPH Nanas.

“Korban yang sedang patroli melihat sekelompok orang yang sebagian dikenalnya mencuri kayu di hutan negara, tutur Kapolres.

Melihat petugas, sebagian pelaku melarikan diri, namun dua orang pelaku justru mendatangi korban sambil marah-marah.

INFO lain :  Pertamina Lokalisasi Kilang Tangki yang Terbakar di Cilacap
INFO lain :  Ditinggal Bobok Siang, Dapur Ludes Dilalap si Jago Merah

Bahkan, Suwadi alias Sundol itu menyerang dengan pedang (parang) ke bagian perut korban dan menghantam dengan batu.

Beruntung, korban Asper Joko Prayitno yang terluka di bagian perut dan anggota badan lainnya berhasil mengamankan diri bersama Polhutmob ke tempat aman di rumah penduduk terdekat.

INFO lain :  Unjuk Rasa Gabungan Nelayan Demak-Jepara Digagalkan Polisi

Usai melukai petugas, Suwadi kabur dan sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Blora.

“Suwadi alias Sundol kami tangkap tanpa perlawan di rumahnya di Desa Jamprong, Tuban, Jatim, jelas Kapolres Blora.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua buah parang, satu gergaji, serta dua batang kayu jati glondongan.

Kini polisi masih memburu 18 rekan pelaku yang sudah dikantongi identitasnya.

(ora/dit)