Magelang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada bapak-bapak turut menyukseskan program 5NG, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Menurutnya hal itu agar semakin moncer, diawali dengan hal yang paling sederhana, yakni membantu memperhatikan kebersihan alat reproduksi istri.
Hal itu diungkapkannya, saat memperingati Hari Ibu ke-90 di Pedapa Kota Magelang, Selasa (18/12). Menurut Ganjar program tersebut berhasil menurunkan angka kematian ibu (AKI) sejak kali pertama diluncurkan pada 2016, bahkan mencapai 14 persen per tahun.
Pada 2013, AKI di Jawa Tengah masih mencapai 118,62 per 100 ribu kelahiran hidup. Setahun sejak diluncurkannya program 5NG, yakni 2017, AKI di Jawa Tengah turun menjadi 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara target dunia (SDG’s) sebesar tiga persen per tahun atau 90 per 100 ribu kelahiran hidup.
“Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng sudah bisa ditekan angka kematian ibu menurun sampai di atas standard SDG’S,” katanya.
Kepada para bapak-bapak dirinya meminta terlibat memelototi program kerjanya dengan meningkatkan kepedulian terhadap istri. Khususnya kesehatan organ reproduksi. Perhatian suami pada istri menjadi titik bagi penting kesehatan perempuan dan penurunan angka kematian ibu.
Persoalan lain yang jadi perhatian, selain penurunan angka kematian ibu, adalah kekerasan terhadap perempuan. Sampai saat ini pihaknya menggandeng pemerintah kabupaten dan kota untuk terus mewujudkan daerah yang ramah perempuan dan anak.
Berdasar data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, angka kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah pada 2018 tercatat 311 kasus, 246 di antaranya merupakan korban kekerasan seksual. Sementara pada 2017 tercatat sebanyak 1.041 kasus.
“Menurun atau tidak sebenarnya bergantung pada seberapa banyak yang melapor. Saya tidak terlalu resah dengan angka-angka itu. Semakin berani mereka melapor, sebenarnya semakin bagus kita untuk memberikan edukasi dan mencegah. Saya khawatir angka itu turun kalau ternyata mereka tidak melapor,” tandas Ganjar.
(ang/dit)
















