Brebes – Polisi menangkap tiga orang pelaku pembobol ATM di wilayah Brebes. Anggota Resmob Polres Brebes menangkap mereka.
Ketiganya merupakan sindikat pembobol ATM lintas daerah dan telah beroperasi di sejumlah kota. Para korban menderita kerugian masing-masing hingga puluhan juta rupiah.
Informasinya, ketiganya ditangkap Kamis kemarin 30 di salah satu hotel di Bekasi, Jabar. Mereka adalah Darmawan (40) warga Tegalkunir, Tugu Utara RT 002/013, Kecamatan Koja, Jakarta utara; Ahmadi (39) warga Sidorejo RT 01/02, Bekri, Lampung Tengah; Hermansyah (41) warga Cikedokan RT 01/05 Sukadanau, Cikarang Barat, Bekasi.
Kasus ini terungkap dari laporan warga yang kehilangan uangnya di ATM BRI dekat RS Muhamadiyah Bumiayu, Brebes. Saat itu korban memasukkan kartu ATM BRI ke mesin ATM di RS Muhamadiyah Bumiayu untuk mengambil uang.
Saat itu korban pelapor gagal memasukkan kartu ke mesin ATM. Lalu seseorang masuk ke anjungan ATM memberitahukan korban cara memasukkan ATM dengan cara agak miring. Sambil berpura-pura membantu itu, pelaku meminta korban menekan tombol angka PIN. Kartu ATM tidak bisa masuk karena terganjal sehingga proses transaksi gagal dan korban menganggap kartu ATM tertelan mesin.
Tidak lama, pelaku lain datang dan berpura-pura mengambil kartu dari dalam mesin. Saat kartu ATM sudah dikeluarkan, pelaku menukar dengan kartu ATM lain yang sudah disiapkan. Pelaku yang sudah memegang ATM dan nomor PIN, selanjutnya menguras uang milik korban.
Wakapolres Brebes, Kompol Faisal Perdana menjelaskan, kasus diungkap atas laporan korban. Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 42 buah ATM, 4 handphone, 2 pack tusuk gigi, 1 lem MX Bond dan 1 mobil.
“Kami selidiki akhirnya kita dapat satu kelompok yang diduga sebagai pelaku. Penangkapan setelah anggota Polres Brebes melakukan perburuan selama satu minggu,” ujar dia, , Kamis (13/12/2018).
Faisal Perdana mengungkapkan, masing masing pelaku memiliki memiliki tugas berbeda dalam beraksi. Pertama salah seorang dari mereka memasang alat pengganjal di mesin ATM, anggota lain melakukan pengamatan di mesin ATM.
Saat ada calon korban akan mengambil uang maka kartu ATM tidak akan keluar karena sudah diganjal. Saat itulah, beberapa pelaku datang dengan pura-pura untuk menolong mengambilkan kartu ATM.
Selain puluhan kali melakukan operasi di Brebes, kawanan juga mengakui telah melakukan aksinya di Pekalongan, Banyumas, Pemalang, Bekasi, Cilacap, Cirebon, Lampung, Makassar, Batang, Kota Pekalongan dan Semarang.
Darmawan, salah satu tersangka, mengakui setiap kali beraksi mendapat hasil minimal Rp 1 juta sampai puluhan juta.
















