IIAS Semarang 2026 Dibuka, Beli Mobil Dapat Diskon BBNKB 10 Persen

oleh

SEMARANG,INFOPlus.id — Pameran otomotif GIIAS The Series Semarang 2026 resmi dibuka di Muladi Dome Universitas Diponegoro (UNDIP), Rabu (30/9/2026). Berlangsung hingga 4 Oktober, pameran ini membawa kabar menarik bagi masyarakat Jawa Tengah yang berencana membeli kendaraan baru.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan stimulus berupa diskon Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 10 persen bagi masyarakat yang melakukan pembelian kendaraan selama GIIAS Semarang 2026.
Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda yang juga Bappeda Jawa Tengah, Muhamad Masrofi yang membuka pagelaran GIIAS Semarang.
Ia mengatakan kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong transaksi selama pameran sekaligus menggairahkan pasar otomotif di Jawa Tengah.

INFO lain :  Mobil Buatan Indonesia AMMDes Bakal Hadir di Pameran Internasional

“Bagi masyarakat yang membeli kendaraan di pameran GIIAS Semarang 2026 ini, kami memberikan diskon BBNKB sebesar 10 persen,” kata Masrofi.
Ia menyebut penjualan kendaraan di Jawa Tengah pada 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kehadiran GIIAS di Semarang diharapkan ikut memperkuat tren pertumbuhan tersebut.
GIIAS Semarang 2026 menjadi penyelenggaraan kelima pameran otomotif tersebut di Kota Semarang. Tahun ini, sekitar 19 merek kendaraan ikut berpartisipasi, terdiri dari 18 merek kendaraan penumpang dan satu merek kendaraan roda dua.
Selain itu ada sekitar 22 industri pendukung otomotif juga turut hadir sehingga pengunjung dapat melihat lebih banyak produk dan layanan dalam ekosistem otomotif.
Sementara itu, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan belum ada target penjualan khusus yang ditetapkan untuk GIIAS Semarang tahun ini.
Namun, secara nasional, penjualan mobil tahun ini disebut mengalami pertumbuhan sekitar 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kita lihat di Bandung, Jakarta, Surabaya juga meningkat cukup signifikan. Jadi kita harapkan Semarang juga akan mengikuti langkah yang sama,” ujar Anton.
Menurutnya, capaian transaksi selama GIIAS Semarang nantinya dapat menjadi gambaran perkembangan pasar otomotif di Jawa Tengah.
Di sisi lain, untuk kendaraan listrik, Pemprov Jawa Tengah masih mengikuti kebijakan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Kebijakan terkait pajak kendaraan maupun insentif kendaraan listrik akan disesuaikan dengan aturan nasional.
Dengan berbagai merek dan industri pendukung yang hadir, GIIAS Semarang 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan konsumen dengan produsen sekaligus mendorong pertumbuhan industri otomotif di Jawa Tengah (Kar/Ts)