“Hasil pembinaan waktu itu cukup menggembirakan. Ada perubahan dari sisi kebugaran maupun mental. Dari pengalaman tersebut kemudian kami kembangkan menjadi kejuaraan dengan jumlah peserta yang lebih banyak,” ungkapnya.
Ditambahkan, kompetisi menjadi salah satu cara untuk memetakan potensi atlet sekaligus memberikan pengalaman bertanding sejak usia pelajar.
“Dari sini kami berharap muncul petinju-petinju yang bisa dibina secara berjenjang. Setelah dari tingkat pelajar, mereka dapat diarahkan ke Popda, Porprov, PON, bahkan memiliki peluang memperkuat Indonesia di level SEA Games,” katanya.
Dengan semakin banyaknya peserta, Pertina dan Dispora Kota Semarang memproyeksikan kejuaraan tersebut dapat menjadi agenda pembinaan rutin. Selain menghasilkan prestasi, kompetisi diharapkan mampu membangun mental bertanding dan memperkuat fondasi regenerasi petinju Kota Semarang. []
















