Dengan perspektif akademik dan praktis, kedua narasumber memberikan bekal pengetahuan dan inspirasi bagi peserta agar mampu menyampaikan kerja nyata Polri secara lebih menyentuh dan relevan di tengah masyarakat yang semakin kritis, cerdas dan melek media.
Sesi diskusi dan tanya jawab dalam kegiatan tersebut berlangsung dinamis. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan refleksi terkait pengalaman mereka dalam membangun komunikasi yang empatik dengan masyarakat.
Beberapa peserta juga berkesempatan mempraktikkan teknik bercerita dalam waktu satu menit, yang menampilkan sisi personal mereka sebagai anggota Polri dalam tugas keseharian.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum pembelajaran ini. Dirinya berharap kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan diimplementasikan dalam berbagai kanal komunikasi Polri agar kehadiran Polri semakin dirasakan dekat dan nyata oleh masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang yang sangat baik untuk merefleksikan bahwa di balik seragam Polri, ada sisi kemanusiaan yang perlu ditampilkan kepada publik. Storytelling dan teknologi harus menjadi alat untuk membangun kepercayaan, bukan sekadar alat informasi,” tandasnya. (nh/Prie).
















