Bertemu Masyarakat Sukolilo Pati, Kapolda Jateng: Saya Tak Mau Ada Label Kampung Maling

oleh
kapolda jateng bertemu masyarakat sukolilo pati
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memberi penyuluhan hukum kepada masyarakat Sukolilo, Pati. (Foto: Mh)

PatiINFOPlus. Kasus pengeroyokan bos rental mobil di Sukolilo, Pati, mendapat perhatian tersendiri dari Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi. Bahkan Kapolda Luthfi menyempatkan waktu datang ke Pati guna bertemu masyarakat Sukolilo.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhfi datang ke Sukolilo Pati, Kamis (20/6) sore. Bertemu sejumlah tokoh masyarakat di Sukolilo, Kapolda Jateng mengajak masyarakat Pati, khususnya Sukolilo, ciptakan Kamtibmas kondusif dan tingkatkan kesadaran hukum.

Ahmad Lufhfi beserta rombongan bertemu masyarakat Pati di Gedung PGRI, Kecamatan Sukolilo. Kegiatan penyuluhan hukum tersebut turut dihadiri Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama dan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Jon Young Saragi.

INFO lain :  Guru Dituntut Terus Berinovasi

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng mengatakan, kegiatan penyuluhan hukum merupakan upaya jajaran kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan dan penegakan hukum dalam rangka menjaga Kamtibmas di Sukolilo.

“Memberikan pemahaman terkait prefentif, terkait penegakan hukum di wilayah kita. Kita pastikan di wilayah Sukolilo dan sekitaranya tidak lagi menjadi ‘kampung bla bla bla’,” ujar dia.

Ahmad Luthfi juga mengungkapkan dirinya tak rela Kecamatan Sukolilo dicap negatif oleh netizen, imbas kasus aksi massa yang menewaskan bos rental mobil asal Jakarta.

INFO lain :  Perempuan 63 Tahun di Pati Nekat Ceburkan Diri ke Sumur

Ia pun menyayangkan kasus kekerasan di Sukolilo sehingga warganet sampai melabeli wilayah setempat sebagai kampung maling dan lain sebagainya.

Ditegaskan Kapolda, bawah Sukolilo bukan seperti yang dilabelkan warganet. Sebab sebagian besar masyarakat Sukolilo taat hukum dan tak mencerminkan sebagai penduduk kampung maling.

”Saya ndak mau di sini dilabeli di maps kampung bla-bla, masyarakat bla-bla. Karena di Sukolilo masih banyak masyarakat yang taat hukum. Masih banyak yang baik. Yang mengalami proses hukum adalah mereka yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas dia.

Di sisi lain, lanjut polisi bintang dua ini, ia lebih setuju jika Sukolilo dijuluki sebagai kampung dengan masyarakat yang ikhlas beramal dan berkorban. Merujuk nama Sukolilo, yakni suko yang berarti suka dan lilo yang bermakna ikhlas.

INFO lain :  Areal Tanaman Padi di Kudus Capai 3.570 Hektare

”Sukolilo, suko dan lilo, suka dan ikhlas. Suka berkorban, ikhlas beramal. Kita deklarasikan kampung suka berkorban lillahitaala,” harap Lutfhi.

Terakhir, Kapolda Ahmad Luthfi tak mau tragedi bos rental mobil asal Jakarta yang tewas dihajar massa di Desa Sumbersoko, Sukolilo terjadi lagi. Baik itu di Pati maupun daerah-daerah lain di Jateng.