Pemkot Pekalongan relokasi 20 keluarga terdampak proyek terkait banjir

oleh

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melalui program Tuku Lemah Oleh Omah (Beli Tanah Mendapat Rumah) merelokasi 20 keluarga terdampak proyek pengendalian banjir di Kelurahan Panjang Wetan Kecamatan Pekalongan Utara.

Kepala Dinas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pekalongan Andrianto di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa program yang diinisiasi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tersebut dinilai sangat membantu bagi warga yang terdampak proyek pengendalian banjir dan rob.

“Proyek sistem pengendalian banjir dan rob ini ternyata meninggalkan dampak yang dihadapi warga yaitu warga yang tinggal di tepian sungai harus direlokasi, dimana mereka tidak memiliki hak sehingga kami tidak bisa mengganti sesuai nilai appraisal,” katanya.

INFO lain :  Toko Modern di Pekalongan Jadi Sasaran Aksi Rampok BerpistolĀ 

Menurut dia, skema program ini adalah warga terdampak proyek direlokasi membeli tanah saja, selanjutnya pembangunan rumah akan dibantu oleh fasilitasi dari bantuan pemerintah.

Pada program ini, kata dia, skemanya ada 3 tipologi rumah yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan mereka mulai dari kredit dengan jangka waktu 5 tahun, 7 tahun dan 10 tahun.

INFO lain :  Pemkab Banyumas Targetkan PAD Sektor Pariwisata Rp 48 Miliar pada 2022

“Harga kreditnya Rp27 juta sudah termasuk akte jual beli, tanah, pematangan urugan, dan sebagainya. Kemudian sertifikat kepemilikan rumah akan dibantu Badan Pertanahan Kota Pekalongan secara gratis,” katanya.

Dikatakan, saat ini keluarga yang dulunya tinggal di tepian sungai itu sekarang kini bisa memiliki rumah sendiri dan menjadi komplek perumahan baru.

INFO lain :  Masyarakat Pekalongan Dilatih Budidaya Hidroponik untuk Jaga Ketahanan Pangan

Andrianto menjelaskan pada program ini ada 20 keluarga terdampak proyek direlokasikan ke tempat baru di Kelurahan Krapyak yang sudah bebas banjir dan rob.

“Kami berharap program ini bisa menjadi proyek percontohan. Apabila program itu sukses maka ke depan bisa digunakan untuk memicu warga miskin lainnya agar bisa memiliki hunian yg lebih baik lagi,” katanya.

Sumber Antara