UMP terima wakaf tanah-bangunan untuk pengembangan kampus di Tegal

oleh

Purwokerto – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerima wakaf tanah dan bangunan seluas 5,2 hektare untuk pengembangan kampus di Margasari Kabupaten Tegal.

Penyerahan wakaf tersebut dilakukan simbolis oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr Tafsir MAg kepada Rektor UMP Assoc Prof Dr Jebul Suroso di sela acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah dan ‘Aisiyah Kabupaten Banyumas di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Sabtu (6/5).

Serah terima juga disaksikan langsung oleh Bupati Banyumas Achmad Husein, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Periode 2018-2023 Dr Ibnu Hasan, Ketua Pimpinan Daerah Aisiyah (PDA) Banyumas Periode 2018-2023 Dr Zakiyah, serta segenap Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiah se-Banyumas.

INFO lain :  Diduga Sarat Muatan, Tronton Nyemplung ke Sungai

Tanah dan bangunan wakaf tersebut rencananya digunakan sebagai Universitas Muhammadiyah yang akan dikelola oleh UMP. Di lokasi tersebut juga ada bangunan sekolah dan pondok pesantren.

INFO lain :  Asyik Mancing Lupa Matikan Tungku Dapur, Rumah Terbakar

Baca juga: M Djohar AS terpilih sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas

Dalam sambutannya, Rektor UMP Assoc Prof Dr Jebul Suroso mengatakan amanah tersebut akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin serta semaksimal mungkin demi terus berkembangnya persyarikatan Muhammadiyah dan Aisiyah yang ada di wilayah Jawa Tengah.

“Niat UMP untuk membuka kelas afirmasi, kita akan membuka PSDKU (Program Studi di luar Kampus Utama). Selain di Purwokerto, UMP nanti ada di Tegal, Pangandaran, bahkan UMP nanti ada juga ada di Bangka dan Belitung,” katanya.

INFO lain :  PTSL Tegal Diminta Bebas Korupsi. 2019 Ditarget 60.000 PBT dan 45 Ribu SHAT

Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah Dr Tafsir Mag memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Banyumas di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

“Musda adalah permusyawaratan tertinggi yang ada di Muhammadiyah dan Aisyiyah. Oleh karena itu pentingnya Musda itu akan menjadi kebijakan kita untuk ke depan bagaimana Aisyiyah dan Muhammadiyah berkiprah di masyarakat,” katanya.

Sumber Antara