Pekalongan ajak tenaga pendidik adaptif ciptakan pembelajaran bermakna

oleh

Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengajak para tenaga pendidik adaptif melakukan inovasi dalam pembelajaran agar tidak sekadar untuk mencari nilai melainkan yang lebih penting adalah penguasaan.

“Hal itu penting agar kemampuan dan keterampilan yang diperoleh dari hasil pembelajaran benar-benar bersifat nyata, bukan sekadar di atas kertas saja,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zainul Hakim di Pekalongan, Sabtu.

Menurut dia, pihaknya mendorong tenaga pendidik adaptif dengan berinovasi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.

INFO lain :  Tambah Personil Muda, Ini Harapan Bupati

Selain untuk mendapatkan hasil nyata, kata dia, inovasi ditujukan pula agar semua peserta didik mendapat layanan pendidikan sesuai dengan kapasitas kompetensi bakat minat mereka.

“Tentu peserta didik yang mempunyai bakat renang, jangan dipaksa mereka didik menjadi seorang pemusik dan juga sebaliknya. Inovasi ini perlu dilakukan supaya nanti generasi emas Indonesia 2045 bisa terwujud dengan masing-masing keunggulan unik sesuai minatnya,” katanya.

INFO lain :  Pemkab Batang Targetkan 2.600 Guru Honorer jadi PPPK

Ia yang didampingi Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ahmad Husni mengatakan bahwa inovasi yang dilahirkan juga harus mampu membuat peserta didik berkarakter Pancasila.

INFO lain :  77 Persen Kawasan Pesisir Pantai Jateng Rusak

Ada 6 aspek profil pelajar Pancasila seperti beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, mandiri, bergotong royong, berbhinneka global, serta bernalar kritis dan kreatif.

“Akan tetapi, jika disederhanakan hanya ada 2 aspek yakni menjadi orang baik dan orang pintar. Guru penggerak harus mampu melaksanakan inovasi proses pembelajaran tidak hanya mengasah otak tetapi juga mengasah hati,” katanya.

Sumber Antara