Kudus – Sebanyak 55.444 warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah dan masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram yang pembagiannya dipusatkan di beberapa balai desa di kabupaten setempat.
Menurut Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kudus Agung Karyanto di Kudus, Kamis, sesuai data yang diterima dari Pemerintah Pusat total warga Kudus yang menerima ada 55.444 keluarga penerima manfaat.
Berdasarkan jadwal pendistribusiannya, kata dia, dimulai 12 hingga 17 April 2023. Namun, jadwal tersebut bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi di lapangan.
Masing-masing keluarga penerima manfaat, kata dia, mendapatkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah sebanyak 10 kilogram.
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kudus Ahmad Zakki mengungkapkan bahwa pengambilan beras bantuan pemerintah untuk sembilan desa dipusatkan di Balai Desa Rendeng dengan jumlah penerima 1.457 keluarga penerima manfaat.
Hanya saja, kata dia, karena banyak warga penerima manfaat tidak mempedulikan jadwal pengambilan, akhirnya terjadi penumpukan.
“Padahal, sudah dijadwal ada yang shift pertama mulai pukul 07.30-09.30 WIB, shift kedua mulai pukul 09.30-11.30 WIB dan shift ketiga pukul 11.30-13.30 WIB,” ujarnya.
Kepala Desa Rendeng Muhammad Yusuf menambahkan warganya memang mendapatkan jadwal lebih awal, namun masih ada yang mengambil tidak sesuai jadwal.
Meskipun terjadi antrean panjang dan berjubel, warga tetap bersabar menunggu giliran mendapatkan bantuan beras 10 kg karena ada pengawalan dari Polisi dan TNI.
Sulipah, warga Desa Kaliputu mengaku berterima kasih, karena mendapatkan bantuan beras 10 kg, sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan makan setiap hari. Apalagi, harga beras sekarang Rp11.000/kg.
Sumber Antara














