Sukoharjo – Penantian panjang selama 4 tahun akhirnya membuahkan hasil. Petani yang tergabung dalam program Sentra Pemberdayaan Tani Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini bisa panen durian premium.
Panen perdana durian digelar, Minggu (5/3/2023) dipimpin Bupati Sukoharjo, didampingi Ketua DPRD Sukoharjo, camat bulu dan pengurus Kelompok Tani Krido Mukti Desa Sanggang.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani merasa bangga pada petani durian di Desa Sanggang karena tekun merawat pohon durian sehingga dapat berbuah dengan baik. Pihaknya berharap ke depan Desa Sanggang akan menjadi desa unggulan berbasis hortikultura tanaman buah-buahan unggul.
“Pemerintah daerah juga siap memfasilitasi agar Desa Sanggang menjadi desa agrowisata dengan produk unggulan buah durian,” kata bupati.
Hendrik Simarmata dari Yayasan Obortani Semarang, pendamping kegiatan di Desa Sanggang mengatakan, pendampingannya dimulai tahun 2019 lalu. Selain durian, petani Desa Sanggang juga menanam alpukat.
“Ini adalah hibah dari CSR Pertamina untuk petani desa sanggang, kecamatan bulu Kabupaten Sukoharjo. Pendampingan kita lakukan mulai dari penyediaan bibit, penanaman, perawatan, dan panen. Bahkan jika petani kesulitan menjual hasil panen kita akan bantu menjualkan,” kata dia.
Hendrik mengatakan durian yang ditanam tahun 2019 sebanyak 2000 batang durian yang terdiri dari varian durian duri hitam, Musangking, Bawor, Montong dan D24. Serta ada 1500 batang tanaman alpukat unggul.
“Luasan untuk program penanaman ini seluas 20ha,” imbuhnya.
Ketua Kelompok Tani Krido Mukti, Joko Santoso mengatakan, durian di Desa Sanggang dijual tidak glonggongan melainkan dengan ditimbang.
Harga durian jenis duri hitam diual dengan harga Rp 500 ribu perkilo, Musangking seharga Rp 300 ribu perkilo, bawor Rp 100 ribu perkilo, Montong dan D24 dengan harga Rp 80 ribu perkilo.
“Panenan kelompok tani kami belum banyak, karena tanaman masih baru belajar berbuah. Kami harapkan musim depan dengan bantuan pendampingan kami bisa panen lebih banyak lagi dari saat ini,” katanya.
(rik)















