Purwokerto – Sekolah Polisi Negara Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Purwokerto menggelar Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan yang diikuti siswa Pendidikan Pertama Bintara TNI Angkatan Darat dan siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2022.
Diklat Integrasi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala SPN Polda Jateng Komisaris Besar Polisi Sarif Rahman dan Komandan Komando Resor Militer 071/Wijayakusuma Kolonel Infanteri Yudha Airlangga dalam upacara yang digelar di Lapangan Pengayom SPN Polda Jateng, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.
Saat memberi keterangan pers usai upacara, Kepala SPN Polda Jateng Kombes Pol Sarif Rahman mengatakan Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan tersebut merupakan tindak lanjut dari program kerja sama antara TNI dan Polri yang telah berjalan beberapa waktu.
Menurut dia, pendidikan integrasi tersebut dilaksanakan di semua lini, baik tamtama, bintara, serta di pendidikan pengembangan seperti Sespimti dan Sesko TNI yang sudah berjalan cukup lama.
Dalam hal ini, kata dia, tujuan dari Diklat Integrasi tersebut adalah untuk memupuk kekompakan dan kebersamaan antara anggota TNI maupun Polri.
Seperti diketahui, lanjut Kombes Sarif, TNI-Polri adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Walaupun tugasnya berbeda, di mana TNI sebagai unsur pertama pertahanan sementara Polri unsur keamanan, tetapi kami mempunyai irisan di dalam melaksanakan tugas tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.
Ia mengatakan hal itu bisa terlihat dalam kegiatan pengamanan pemilu, saat terjadi konflik sosial, dan kegiatan-kegiatan lainnya, TNI-Polri harus selalu bahu-membahu.
“Jadi, tujuan ini (diklat, red.) adalah sejak di pendidikan, mereka sudah tertanam sebagaimana halnya yang dilaksanakan di Akmil (Akademi Militer),” tegasnya.
Ia pun menceritakan pengalamannya saat mengikuti pendidikan integrasi selama empat di Akmil dan selanjutnya kembali ke matra masing-masing untuk melaksanakan tugas.
“Ini akan membantu, ketika di lapangan, kami saling kenal, kami sudah pernah merasakan senasib sepenanggungan, sama-sama menderita, sama-sama dibina, inilah menjadi modal kami untuk melaksanakan tugas ke depannya,” kata Kombes Sarif.
Disinggung mengenai jumlah peserta Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan, dia mengatakan peserta dari Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) IV/Diponegoro sebenarnya sebanyak 35 orang namun dibagi menjadi dua, yakni di SPN Polda DIY sebanyak 20 orang dan SPN Polda Jateng sebanyak 15 orang.
Di sisi lain, kata dia, SPN Polda Jateng mengirimkan 15 orang untuk mengikuti diklat di Rindam IV/Diponegoro.
















