Yenny Wahid yang juga pimpinan Wahid Institut itu mengaku tidak menyangka kehadirannya untuk menyaksikan Festival Lima Gunung XXI/2022 justru memperoleh Lima Gunung Award 2022 dari komunitas seniman petani dusun dan gunung tersebut.
“Saya kaget dan takjub dapat hadiah istimewa, bukan ‘award’-nya yang menyentuh hati saya, tetapi ‘roso’ (perasaan hati) yang mengiringi pemberian ‘award’ ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa persoalan perasaan hati tidak bisa direkayasa.
Dalam beberapa kesempatan kegiatan di Jakarta, pihaknya melibatkan Komunitas Lima Gunung
“Komunitas Lima Gunung memang selalu dekat di hati saya. Hati saya memang kepincut (terpikat) dengan Komunitas Lima Gunung dan kedekatan ini saya bawa ke manapun,” ujar dia.
Ia juga menyebut manfaat besar Festival Lima Gunung terkait dengan pelestarian budaya, usaha melestarikan kearifan lokal, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Sumber Antara















