“Jadi, melalui festival ini, kita berkumpul bersama-sama lagi (setelah pandemi melandai, red). Kita berharap kebudayaan ini bisa terus berlanjut. Dengan kesenian kebudayaan kita bergembira dan saling berbagi kasih sayang serta persaudaraan,” katanya.
Panitia FLG XXI/2022 dengan tema “Wahyu Rumagang” itu, mencatat sedikitnya 63 kelompok kesenian dari berbagai grup kesenian, baik komunitas tersebut maupun jejaringnya di daerah setempat, luar kota, dan luar negeri dengan total sekitar 1.300 personel menggelar pementasan.
Berbagai kesenian yang dipentaskan, seperti tari-tarian, musik, teater, performa seni, kirab budaya, pameran seni rupa, pidato kebudayaan, dan instalasi seni lingkungan desa berbahan baku alam pertanian gunung setempat.
Sumber Antara















