Yogyakarta Punya Omah Wayang, Ini Fungsinya

oleh

Meski demikian, wayang-wayang langka, seperti wayang purwa dengan kisah populernya yakni Ramayana dan Mahabharata memang tak bisa dipungkiri. “Kita juga punya wayang Wacinwa (Wayang Cina Jawa) lalu wayang Beber,” ujarnya.

Wayang Beber bahkan hanya tinggal dua yakni yang dibuat zaman Mataram-Kartasura. Pertama ada di Pacitan (Joko Kembang Kuning) dan Gunungkidul (Remeng Mangunjaya).

“Dari usianya sudah sejak zaman Mataram-kartasura, itu kan perlu peremajaan dan bisa jadi sumber kreasi,” kata dia.

INFO lain :  Tol Sragen-Ngawi Diresmikan Jokowi Hari ini

Adapun Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menuturkan hadirnya Omah Wayang juga Grha Keris menjadi penyokong tempat persemaian budaya wayang dan pelestarian budaya keris sesuai dengan perkembangan zaman. “Dari dua tempat ini, menjadi ajang penggalian dan pengkajian potensi ekosistem pewayangan di DIY juga melakukan pengembangan budaya wayang yang sudah ada,” kata Dian.

INFO lain :  Federasi Serikat Pekerja Siap Melawan

Dian bertutur baik Ghra Keris dan Omah Wayang disiapkan sebagai wahana untuk mencari referensi soal keris dan wayang. “Nantinya dari dua tempat ini akan kami kembangkan fasilitasnya, tak hanya aktivitas fisik namun juga pengajaran seperti tatah sunggih atau tata cara mendalang juga event rutinnya,” kata dia.

INFO lain :  Lukisan Cahaya di Monas Iringi Gelaran Asian Games 2018

Sumber Tempo