Petani Cilacap Manfaatkan Sawah Tadah Hujan Budi Daya Hortikultura

oleh

“Kalau mau tanam hortikutura terus, ya tidak masalah. Mau bergantian setelah dua kali tanam padi kemudian hortikultura juga tidak apa-apa,” kata Priyatno.

Sementara itu, salah seorang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) “Trubus” Desa Kalijaran, Jumiati mengaku saat sekarang tengah mengembangkan tanaman cabai secara organik di sawah tadah hujan miliknya.

Secara kualitas, kata dia, kesegaran cabai yang dibudidayakan secara organik dapat bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan cabai yang menggunakan pupuk kimia.

INFO lain :  Kekeringan di Cilacap Landa Puluhan Desa

“Kemarin saya petik cabai yang dibudidayakan secara organik dan selanjutnya saya diamkan di rumah. Hingga empat hari, cabai itu tidak kusut, tetap segar, padahal tidak saya masukkan ke dalam ‘freezer’,” kata dia yang juga anggota Gapoktan “Margo Sugih”.

INFO lain :  2,39 Kuintal Bubuk Petasan Dimusnkahkan

Terkait dengan hal itu, dia akan mengajak anggota KWT “Trubus” lainnya untuk budi daya komoditas hortikultura khususnya cabai secara organik terutama di sawah-sawah tadah hujan.

INFO lain :  Rekor, Kasus Aktif Corona di Purbalingga Tembus 1.000

Ke depan, Jumiati juga akan mencoba membuat pupuk organik sendiri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di desanya.

Sumber Antara