Direktur Museum Haji Widayat Kota Mungkid Purnomo Sidhi alias Pungky mengatakan selama pandemi COVID-19 museum itu tidak melakukan aktivitas sama sekali.
“Jadi Museum Haji Widayat tidak buka. Alhamdulillah di akhir-akhir COVID-19 ini ada tawaran untuk tempat pameran Bara-Api. Buat kami itu suatu yang sangat membanggakan, karena selama ini kami hanya bisa bisa merawat fisik museum, untuk aktivitas kami terkendala,” katanya.
Ia menuturkan dengan adanya tawaran pameran di tempat itu hal tersebut dinamakan simbiosis mutualisme, sedangkan dirinya merasa bangga dengan acara pameran bertaraf internasional ini.
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB Bisma Jatmika berharap, kegiatan ini bisa berlanjut, sebagai atraksi, dan bagian daya tarik kawasan pariwisata Borobudur.
Ia menyampaikan senang pariwisata cepat bangkit begitu ada pelonggaran aktivitas masyarakat karena banyak data menunjukkan pariwisata sudah menjadi sesuatu yang direncanakan orang saat ini.
“Kegiatan salah satu trigger (pemicu) yang cukup efektif untuk mengembalikan sektor pariwisata, baik pameran foto seperti ini, kegiatan musik kami dorong dan ini korelasinya bagus untuk pemulihan sektor pariwisata,” katanya.
Menurut dia, pameran fotografi ini bagian irisan antara pariwisata dan ekonomi kreatif di mana keduanya bisa menciptakan nilai tambah pengunjung mendapatkan pengalaman berwisata.
Sumber Antara















