Boyolali – Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat mendapat pasokan tahap kedua vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk hewan ternak sebanyak 3.000 dosis dari Pemprov Jawa Tengah untuk mencegah kasus agar tidak meluas.
“Disnakan Kabupaten Boyolali telah mengajukan vaksin 10 ribu dosis PMK tahap kedua ke Disnakkan Provinsi Jawa Tengah, tetapi hanya mendapatkan 3.000 dosis,” kata Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali, Lusia Dyah Suciati, di Boyolali, Jumat.
Disnakkan Boyolali pada vaksinasi tahap pertama mendapatkan sebanyak 1.900 dosis dan sudah disuntikkan kepada hewan ternak 1.896 ekor. Vaksin tahan kedua mendapat 3.000 dosis dan bakal disuntikkan fokus pada hewan ternak khususnya sapi perah yang sehat, serta di wilayah zona hijau PMK.
“Hal itu, sesuai dengan arahan Bupati, proses vaksinasi nanti diselesaikan per kecamatan. Kami mulai dari populasi sapi perah dan dipilih dari wilayah desa yang masih zona hijau. Tetap diawali dengan skrining duhulu,” kata Lusia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakkan Boyolali Afiany Rifdania mengatakan pihaknya akan mengawali dengan skrining di wilayah kecamatan yang memliki populasi sapi perah tinggi. Daerah itu, seperti Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, Tamansari, Mojosongo dan Ampel dengan menerjunkan 155 petugas kesehatan hewan yang akan menangani vaksinasi.
Jumlah petugas Keswan tersebut terdiri dari 22 orang medis veteriner Aparatur Sipil Negara (ASN), 14 orang medis veteriner non ASN, 20 orang paramedis veteriner, 77 orang inseminator, dan 22 orang penyuluh non medik.
“Kami nanti menerjunkan 6 tim yang terdiri dari medik dan paramedik serta dari Tim Penyuluh untuk melakukan vaksinasi seperti yang dilakukan pada tahap pertama,” kata Afianyi.
Menurut dia, tim saat pemberian vaksin, juga akan memberikan obat penanganan PMK pada hewan ternak yakni antihistamin dan antipiretik sebagai penawar apabila terindikasi ada gejala PMK ringan.
Kasus PMK di Boyolali hingga tanggal 21 Juli 2022 ini, hewan ternak yang mengidap PMK sejumlah 32 ekor, suspek PMK mencapai 5.418 ekor, sembuh PMK 1.920 ekor dan mati sebanyak 64 ekor yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali.
Sumber Antara















